Mahasiswa KKN Unila Manfaatkan Kotoran Hewan Jadi Pupuk Organik

Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode I tahun 2024 lakukan kegiatan pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini bertempat di halaman posko mahasiswa KKN Unila, Desa Bumi Ratu, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan pada Senin, (15/1). Foto : Kelompok Mahasiswa KKN Unila Desa Bumi Ratu, Way Kanan
334 dibaca

Teknokra.co : Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode I tahun 2024 lakukan kegiatan pemanfaatan kotoran hewan ternak menjadi pupuk organik. Kegiatan ini bertempat di halaman posko mahasiswa KKN Unila, Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan pada Senin, (15/1).

Kegiatan ini mendapat respon baik oleh warga. Tak hanya mahasiswa yang terlibat, manasiswa juga turut mengajak warga dalam pembuatan pupuk.

Koordinator Kampung, Muhammad Rofif Ilham A (Peternakan’21) mengungkapkan, bahwa faktor kegiatan ini dilakukan, lantaran belum ada kegiatan pengolahan kotoran hewan ternak warga menjadi pupuk organik di wilayah Desa tersebut.

“Dari hasil survei pra-KKN dan berkoordinasi dengan warga kampung, ternyata selama ini kotoran hewan itu belum ada pengolahan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, tujuan dari pengolahan kotoran hewan ternak ini untuk memperketat proses dekomposisi, sehingga menunjang keberhasilan pupuk.

“Untuk memperketat proses dekomposisi dari kotoran ternak untuk dijadikan pupuk ke tanaman,” tambahnya. 

Pembuatan pupuk organik ini melalui proses fermentasi selama kurang lebih dua minggu.  Rofif menjelaskan, bahwa penggunaan pupuk organik ini dapat dilakukan dalam jangka panjang dibandingkan pupuk kimia. Pasalnya, penggunaan pupuk kimia secara berkelangsungan dapat merusak unsur hara.

Kalo pupuk organik ini tidak bisa dibandingkan dengan pupuk kimia. Karena pupuk kimia ini memiliki efisiensi penggunaan, namun pupuk kimia itu dapat merusak jika digunakan selalu tanpa diimbangi pupuk organik. Kemudian pupuk organik ini biasanya bisa lebih efisien untuk menggemburkan tanah,” jelasnya.

Rofif berharap, dari kegiatan yang dilaksanakan ini mampu menambah wawasan warga kampung tentang proses dekomposisi kotoran hewan dan cara memanfaatkannya.

“Masyarakat bisa tau bahwa proses dekomposisi dari kotoran ternak itu bisa dipercepat dengan cara menambahkan mikroorganisme ke pengolahan dan salah satunya pupuk organik ini dapat digunakan lebih cepat daripada kotoran ternak yang dilakukan tanpa melewati proses pengolahan,” harapnya.

Apresiasi dari warga juga didapatkan dari kegiatan ini, salah satunya yang mewakili, (29) selaku warga kampung Bumi Ratu yang berharap ilmu yang dibagikan bermanfaat bagi warga setempat.

“Bagus, semoga ilmu yg diberikan bermanfaat untuk warga bumi ratu,” harapnya.

Dalam hal ini kelompok mahasiswa KKN Unila kampung Bumi Ratu juga menanggapi sejumlah permasalahan yang ada di desa, salah satunya dengan melakukan kegiatan tersebut. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh dosen pembimbing lapangan KKN Unila yaitu, Nur Indah Lestari, M. Pd yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Kelompok KKN Mahasiswa Unila Desa Bumi Ratu, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan antara lain Intan Permata Sari (Agribisnis’21), Saphira Azzahra (Teknik Informatika’21), Rafael Andrew (Ilmu Komunikasi’21), Putri Dzahabiyyah Farhah (Kedokteran’21), Abdul Rahman Wahid (Teknik Informatika’21), Muhammad Rofif Ilham A (Peternakan’21), Neza Puspita Tarigan (Ilmu Komunikasi’21).

Foto : Mahasiswa KKN Unila Desa Bumi Ratu, Umpu Semenguk, Way Kanan
Penulis: Neza PuspitaEditor: Sepbrina Larasati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − eleven =