Pendidikan Seni Tari Sukses Gelar Pertunjukan Seni Virtual

282 dibaca

teknokra.co: Suara nyaring sirene ambulans terdengar sejak detik pertama lampu pentas dihidupkan. Memperlihatkan orang-orang yang nampak berbahagia bertemu dengan rekannya. Kemudian penjual koran pun datang menyampaikan berita yang tengah terjadi sekarang ini.

Drama dengan tajuk “Lawan” tersebut membuka pertunjukan seni “Contemporary and Traditional Dance in December 2020“. Acara tersebut digelar oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari angkatan 2017 dan 2018, Rabu (23/12). Disiarkan langsung melalui kanal You Tube Seni Tari Unila, pertujukkan tersebut sukses dibanjiri respon positif di kolom komentar.

Ketua Pelaksana, Ikhsan Taufiq (Pend. Seni Tari ’19) mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk menyalurkan kemampuan insan seni dalam menciptakan karya.

“Dalam Contracember 2020 ini mengusung tiga judul karya, di antaranya Lawan, Semakkung Tabuan, dan Sabai Nan Aluih,” ujarnya.

Ikhsan menambahkan bahwa pelaksanaan pentas tersebut dilaksanakan di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung. Ia pun tetap mengimbau panitia dan peserta pentas untuk memperhatikan protokol kesehatan.

BACA JUGA:

Prodi Seni Tari Unila Gelar Pentas Sebagai UAS

Seni Tari Minim Referensi

Kenalkan Seni Kepada Calon Anggota Baru, UKMBS Adakan OPAB

“Makannya acara ini tidak mengundang penonton dan hanya dilakukan penayangan secara daring yaitu dengan siaran langsung di You Tube,” katanya.

Komang Harim Bawa (Pend. Seni Tari ’18), salah satu pelakon dari pentas seni “Lawan” menjelaskan bahwa tema yang ia dan kelompoknya ambil yaitu tentang Covid-19.

“Kami ingin menyampaikan pesan kepada penonton bahwa virus itu ada dan siapapun yg melanggar protokol kesehatan dan anjuran pemerintah akan dapat terkena,” jelasnya.

Peserta lainnya, Riyan Agustian (Pend. Seni Tari ’17) mengaku ia dan kelompoknya telah mempersiapkan acara tersebut dari jauh hari.

“Acara Allhamdulillah lancar, dengan selalu menjaga protokol kesehatan. Karena memang ini acara tahunan sehingga harus mempersiapkan karya kurang lebih 5 bulan dengan durasi satu karya 40 menit,” pungkasnya.

Penulis: Pratiwi Dwi Lestari

Editor: Annisa Diah Pertiwi

BACA JUGA:

Mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia 2013 Unila, Ujian Sekaligus Pertunjukan

HMJPBS Selenggarakan Semarak Bahasa dan Seni

Kementrian Kominfo RI Adakan Webinar Tentang Gerakan Nasional Literasi Digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight − 2 =