Turunnya Kualitas Demokrasi, Ratusan Mahasiswa Tuntut Kenetralan Penyelenggara Pemilu

Ratusan mahasiswa Lampung yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Demokrasi menggelar mimbar bebas di Tugu Adipura Bandar Lampung pada Minggu, (11/2). Foto : Teknokra/ Yolanda Ria Kartika
158 dibaca

Teknokra.co : Ratusan mahasiswa Lampung yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Demokrasi tuntut kenetralan dari penyelenggara pemilihan umum (pemilu) dan pihak terkait di Tugu Adipura Bandar Lampung pada Minggu, (11/2). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sikap terhadap penurunan kualitas demokrasi yang terjadi menjelang pemilu 2024.

Wahyu Ramadhan (Ilmu Hukum’20) selaku koordinator aksi mengatakan, bahwa pihaknya akan terus bergerak dan berkomunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk memastikan pemilu mendatang berlangsung secara damai dan netral.

“Kami akan terus bergerak, yang pastinya kami akan komunikasi kepada KPU dan Bawaslu, yang diharapkan pemilu yang mendatang benar-benar menghasilkan presiden yang memang berasal dari proses yang damai dan netral,” katanya.

Dirinya juga berujar, bahwa mereka ingin mengawal proses demokrasi agar berjalan tertib, damai, dan independen.

“Kami ingin mengawal proses demokrasi hari ini agar berjalan tertib, damai, dan independen tidak memihak pada salah sepihak,” ujarnya.

Aliansi Selamatkan Demokrasi ini merupakan gabungan dari sembilan lembaga kemahasiswaan di Lampung, antara lain, Dewan Rakyat Lampung, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bandar Lampung, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandar Lampung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Darmajaya, BEM Poltekkes Tanjung Karang, Legiun Pergerakan Universitas Lampung (Unila), BEM Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Bandar Lampung (UBL), BEM Umitra, dan BEM Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Selain itu, Aliansi ini juga akan melakukan pencerdasan dengan membagikan imbauan kepada masyarakat Lampung agar menolak praktik money politic yang mungkin terjadi menjelang pemilu 2024.

Adapun keempat tuntutan yang akan dilayangkan diantaranya:

1. Mengecam dan menuntut Presiden Joko Widodo untuk menghentikan cawe-cawe politik serta menjaga cita-cita reformasi.

2. Menuntut penyelenggara pemilu dan pihak terkait untuk bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugas sesuai amanah konstitusi.

3. Mendesak civitas academica Perguruan Tinggi di seluruh Lampung untuk memberikan sikap terhadap degradasi demokrasi yang terjadi saat ini.

4. Mengutuk keras gerakan yang tidak merepresentasikan nilai murni yang mengatasnamakan mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × five =