Kampus  

Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen Unila Adakan Seminar Kesehatan Mental

292 dibaca

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kristen Universitas Lampung mengadakan seminar kesehatan mental yang mengusung tema “Judging Others” di Gedung FMIPA Ilmu Komputer Unila pada, Sabtu (2/07).

 

Kegiatan seminar  dilaksanakan dengan rangkaian acara pembukaan dengan ibadah, upacara organisasi dan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan dihadiri tiga pemateri yaitu Meitha Valentina, Edy Surbakti dan Yoson . Seminar yang dihadiri oleh peserta pemuda-pemudi Kristen di wilayah Bandar Lampung ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan yang diberikan mengenai bagaimana menilai seseorang tanpa menjudge orang tersebut.

 

Ketua pelaksana Rendy Jonathan Purba (Pendidikan Geografi’20) mengatakan alasan dipilihnya tema Judging Others karena mengingat keadaan saat ini yang banyak terjadi di circle perkuliahan mengenai bagaimana cara memberikan nasehat kepada orang lain tanpa menghakimi orang tersebut.

 

“Pelajaran bagi kita dalam tema ini adalah bagaimana memberi nasehat tanpa menjudge orang tersebut atau menghakimi, jadi intinya bagaimana kita tidak menghakimi dan memberikan motivasi ke orang itu,” katanya.

 

Rendy juga berharap apa yang telah disampaikan dalam materi seminar ini dalam memberikan pengetahuan dan pesan yang baik kepada para peserta sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Harapannya untuk peserta materi dan tema yang telah kami susun dan diberikan dapat tersampaikan dengan baik. dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

 

Yosson, salah seorang pemateri dalam seminar tersebut menyampaikan lingkup pertemanan atau yang biasa disebut circle sangat memiliki pengaruh yang besar dalam masa depan seseorang.

 

“Kasi  tau teman kamu siapa dan akan saya kasi tahu masa depanmu seperti apa. Jadi ternyata banyak yang bilang secara psikologi masa depan kamu tergantung dengan siapa kamu  bergaul,” tuturnya.

 

Pemateri tersebut juga  mengatakan jika seseorang memasuki lingup pertemanan yang negatif namun tetap mengikutinya sesuai arus pertemanan tersebut maka masa depan seseorang itu dapat dikatakan 80 persen hancur.

 

“Kalau kamu dalam negative circle dan kamu tau itu negatif, bisa jadi masa depanmu 80 persen hancur  say no to negative circle.” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − seven =