Mahasiswa KKN Unila Bangun Incinerator Minim Asap di Kelurahan Garuntang

Foto : Rilis/ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Kelurahan Garuntang
70 dibaca

Teknokra.co : Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi isu yang dihadapi sebagian wilayah di Kota Bandar Lampung. Salah satunya di RT 25 Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras, Lingkungan 2. Terjadi pembakaran sampah secara terbuka masih sering dilakukan oleh warga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan asap berlebih yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekitar.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Kelompok Garuntang 2 melaksanakan program kerja pembuatan incinerator minim asap sebagai alternatif solusi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga. Program ini dilaksanakan pada 30 Januari s.d. 1 Februari 2026 dan melibatkan masyarakat setempat sebagai sasaran utama kegiatan.

Sebelum pelaksanaan program kerja dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparatur Kelurahan Garuntang serta Ketua RT 25 untuk menentukan lokasi dan teknis pembuatan alat. Koordinasi ini dilakukan agar incinerator yang dibuat sesuai dengan kebutuhan warga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Foto : Rilis/ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Kelurahan Garuntang

Proses pembuatan incinerator dilakukan secara bertahap, dimulai dari persiapan alat dan bahan hingga perakitan di lokasi. Incinerator dirancang dengan konsep sederhana namun tetap fungsional, dengan tujuan utama mengurangi asap hasil pembakaran sampah. Selama proses tersebut, mahasiswa juga melakukan pemantauan untuk memastikan alat dapat berfungsi dengan baik dan aman digunakan.

Selain berfokus pada pembuatan alat, mahasiswa KKN turut memberikan penjelasan singkat kepada masyarakat mengenai cara penggunaan incinerator serta manfaatnya bagi lingkungan. Melalui pendampingan ini, warga diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan tidak lagi bergantung pada pembakaran terbuka.

Pembuatan incinerator minim asap ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Dengan hadirnya alat tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =