Agri Talks and Career Expo : Lampung Siap Jadi Lumbung Jagung Nasional

Foto : Teknokra/ Elma Malini
13 dibaca

Teknokra.co : Agri talks and Career Expo mengadakan diskusi publik yang bertajuk “Menuju Lampung Lumbung Jagung Nasional” di gedung Aula Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) pada Jumat, (28/11).

Acara ini merupakan salah satu rangkaian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Fakultas Pertanian yang ke-52 tahun. Diskusi diadakan dengan kolaborasi dan inovasi untuk mewujudkan Lampung sebagai lumbung jagung nasional.

Elvira Umihani selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Pertanian (IKAPERTA) mengatakan bahwa Provinsi Lampung telah berhasil mengembangkan kemampuan dan kapasitas yang diperlukan. Mereka menyampaikan bahwa Lampung telah menjadi produsen utama beberapa komoditas strategis seperti singkong, kopi robusta, lada, tebu, pisang, jagung, dan lainnya.

“Provinsi Lampung telah berhasil mengembangkan kemampuan dan kapasitas yang diperlukan. Provinsi Lampung telah berhasil menjadi produsen utama beberapa komoditas strategis seperti singkong, kopi, robusta, lada, tebu, pisang, jagung, Dan lainnya,” tuturnya.

Ia juga mengemukakan bahwasanya Lampung sebagai kontributor signifikan bagi pasokan pangan nasional karena berperan sebagai salah satu penyangga kebutuhan beras nasional. Selain itu, Ia juga menjelaskan kalau Provinsi Lampung terus berkembang sebagai sentra agroindustri dan kinesiasi, yang meliputi industri pengolahan seperti tebu, kopi, singkong, serta berbagai produk pangan olahan lainnya.

“kemudian kontributor signifikan untuk pasokan pangan nasional sebagai salah satu penyangga kebutuhan beras nasional, serta sentra agroindustri dan kinesiasi yang terus berkembang mulai dari industri tebu, kopi, singkong, dan produk pangan olahan lainnya,” ungkapnya

Selanjutnya, sambutan Gubernur Provinsi Lampung yang diwakilkan oleh Bani Ispriyanto menjelaskan bahwa kekuatan dan kemampuan untuk mengoperasikan alat serta sistem pertanian modern menjadi hal yang sangat penting.

“Mahasiswa pertanian harus dibekali dengan kegiatan global, digital aggregator, teknologi sensor, remote sensing, data analitik, agribisnis,dan juga dengan kemampuan mengetahui alat-alat yang berbeda,” Jelasnya.

Exit mobile version