Teknokra.co : Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengadakan webinar secara terbuka dengan tema “Building A Legally Literate Digital Identity : APl Smart Content Creation Fot The next Gen Creator” peserta dihadiri 64 orang dari berbagai universitas di Sumatera Utara dan Indonesia. Webinar berlangsung secara daring pada Selasa, (27/1) pukul 08.30 WIB sampai dengan 09.00 WIB.
Webinar dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan menciptakan konten yang cerdas dan kreatif, dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi Artificial Intellegence (AI) dalam proses kreasi konten, serta membangun identitas digital yang kuat dan bertanggung jawab.
Dayuda Pratama selaku Ketua Pelaksanaan mengungkapkan bahwa dalam era digital yang berkembang pesat, kemampuan menciptakan konten yang cerdas dan kreatif, sekaligus memahami aspek legal serta etika digital menjadi sangat krusial, melalui webinar ini akan dipelajari bagaimana memanfaatkan teknologi AI dalam proses kreasi konten.
“Webinar ini hadir sebagai jawaban kebutuhan tersebut, melalui webinar ini kita belajar bagaimana memanfaatkan teknologi AI dalam proses kreasi konten, membangun identitas digital yang kuat dan juga bertanggung jawab,” ungkapnya.
Saddam permana selaku pembicara menjelaskan ketika membuat statement, memberikan sesuatu di sosial media, atau membuat konten dapat dipertanggung jawabkan.
“Ada beberapa hal yang harus kita pahami, bahwa ketika membuat sebuah statement, ketika memberikan sesuatu di sosial media, atau ketika teman-teman itu bikin konten, sebuah konten harus bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.
Ia juga menekankan marak nya penahanan karena mengeluarkan pendapat hoax, berita bohong maupun ujaran kebencian tidak memiliki sumber yang pasti, hal terpenting membuat konten pastikan memiliki sumber yang pasti.
“Banyak orang yang ditahan karena mengeluarkan pendapat hoax, atau berita bohong, lalu ujaran kebencian, lalu mereka itu tidak memiliki sumber yang pasti. Hal yang penting ketika teman-teman itu ingin membuat konten dan aman pastikan kalian itu punya sumber pasti sebagai mahasiswa,” tekannya.
Lebih lanjut, Muhammad Arifin selaku pembina umum menjelaskan bahwa mahasiswa saat ini tidak terlepas dari pengaruh dan kehadiran teknologi, sehingga adaptasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, mahasiswa tidak seharusnya merasa enggan, tidak mampu, atau justru bersikap negatif terhadap perkembangan teknologi.
“Mahasiswa tidak boleh merasa enggan, tidak mampu atau justru bersikap negatif terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan untuk bisa berkembang kita harus beradaptasi meskipun dengan adanya AI dan tidak dapat menggantikan beberapa pekerjaan-pekerjaan di luar sana.
“Untuk bisa berkembang kita harus beradaptasi, meskipun teknologi AI hadir tetap tidak dapat menggantikan beberapa pekerjaan-pekerjaan di luar sana seperti pers mahasiswa tidak mungkin dapat digantikan,” pungkasnya.
