Lewat Impact Circle 13.0, AIESEC in Unila : Dorong Anak Muda Ubah Ide Menjadi Dampak Nyata

Foto : Rilis/ AIESEC In Unila
102 dibaca

Teknokra.co : Media sosial telah mengubah cara masyarakat mengenal destinasi wisata. Dalam hitungan jam, sebuah lokasi yang sebelumnya tidak banyak diketahui dapat menjadi viral dan menarik ribuan pengunjung. Fenomena ini memang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari kerusakan lingkungan, meningkatnya sampah, hingga berkurangnya kualitas pengalaman wisata itu sendiri.

Di tengah fenomena tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah pariwisata yang ramai dikunjungi selalu memberikan dampak positif bagi daerah? Ataukah ada aspek lain yang perlu diperhatikan agar perkembangan pariwisata tidak hanya menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan?

Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu isu yang akan diangkat dalam Impact Circle 13.0, program yang akan diselenggarakan oleh AIESEC in Unila dengan tema “From Potential to Impact: Empowering Youth for Sustainable Tourism in Lampung”. Kegiatan ini mengajak generasi muda usia 18–25 tahun untuk melihat isu pariwisata dari perspektif yang lebih luas, tidak hanya sebagai wisatawan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi.

Sebagai ruang diskusi bagi generasi muda yang tertarik pada isu pembangunan berkelanjutan, Impact Circle 13.0 akan dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini terbuka bagi pemuda usia 18–25 tahun yang ingin mengeksplorasi berbagai tantangan dan peluang dalam sektor pariwisata serta memahami peran anak muda dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Informasi mengenai lokasi kegiatan akan diumumkan lebih lanjut kepada peserta yang telah melakukan registrasi.

Tahun ini, Impact Circle 13.0 berfokus pada Sustainable Development Goal (SDG) 8.9 yang mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui tema tersebut, peserta akan diajak memahami bagaimana sektor pariwisata dapat berkembang tanpa mengorbankan lingkungan, budaya, maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.

Salah satu sesi utama akan dibawakan oleh Maura Cantyqa melalui topik “The Unseen Lampung: Turning Local Potentials into Real Opportunities”. Dalam sesi ini, peserta akan diajak melihat berbagai potensi daerah yang selama ini belum banyak terekspos dan memahami bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan secara lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Deddy Sulaimawan akan membahas topik “Youth-Driven Innovation: Transforming Potential into Impact”, yang mengajak peserta mengeksplorasi peran inovasi anak muda dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata saat ini. Sesi ini mendorong peserta untuk berpikir lebih kritis mengenai bagaimana ide dan kreativitas dapat diubah menjadi solusi yang memberikan dampak nyata.

Berbeda dari kegiatan diskusi pada umumnya, Impact Circle 13.0 juga akan menghadirkan Focus Group Discussion dan simulasi kasus yang berkaitan dengan isu pariwisata di Lampung. Melalui aktivitas tersebut, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berkesempatan menganalisis masalah, menyampaikan gagasan, dan berdiskusi bersama peserta lainnya.

Selain memperoleh wawasan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), peserta juga dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kerja sama tim. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun jaringan dengan anak muda lain yang memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan pembangunan daerah.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin cepat, anak muda memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan pariwisata di masa depan. Impact Circle 13.0 akan hadir sebagai ruang diskusi yang mendorong generasi muda untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami dampak di baliknya dan mengambil bagian dalam menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan.

Exit mobile version