Mahasiswa Hubungan Internasional Unila Adakan Sosialisasi Pembuatan Ecobrick di Desa Sabah Balau

Foto : Rilis
88 dibaca

Teknokra.co : Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan ecobrick sebagai upaya pengelolaan sampah plastik berkelanjutan di Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat, (12/6).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sebelumnya berhasil membangun ikon tulisan “Desa Sabah Balau” berbahan dasar ecobrick di gerbang kantor desa. Meskipun inovasi tersebut telah terwujud, masih banyak masyarakat yang belum memahami proses pembuatan maupun manfaat ecobrick dalam pengelolaan sampah plastik.

Sosialisasi dihadiri oleh perangkat desa yang terdiri dari para Ketua Rukun Tetangga (RT) serta beberapa perwakilan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai permasalahan sampah plastik, manfaat ecobrick sebagai alternatif pengelolaan limbah, serta tahapan pembuatan ecobrick mulai dari pengumpulan sampah plastik, proses pemadatan ke dalam botol, hingga pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna.

Ketua pelaksana kegiatan, Wildan Zayyan Nugraha Huda, menjelaskan bahwa ecobrick merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi akumulasi sampah plastik rumah tangga sekaligus menciptakan produk yang bermanfaat bagi lingkungan.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah plastik sebagai limbah yang tidak berguna, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk fungsional dan memiliki nilai manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi:

1. Sosialisasi Pengelolaan Sampah Plastik, memberikan edukasi kepada peserta mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan serta pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

2. Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Ecobrick, menjelaskan tahapan pembuatan ecobrick, mulai dari pemilahan sampah plastik hingga teknik pemadatan yang benar agar menghasilkan ecobrick yang kokoh dan siap digunakan.

3. Pengenalan Hasil Implementasi Ecobrick, Menunjukkan secara langsung ikon tulisan “Desa Sabah Balau” yang dibangun menggunakan ratusan botol ecobrick sebagai contoh nyata pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang bernilai guna.

Kegiatan ini memperoleh respons positif dari para perangkat desa dan masyarakat yang hadir. Para Ketua RT menyatakan komitmennya untuk menyebarluaskan informasi mengenai pembuatan ecobrick kepada warga di lingkungan masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa HI Unila berharap dapat menginisiasi gerakan pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan di Desa Sabah Balau. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan ecobrick juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mewujudkan desa yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Exit mobile version