Teknokra.co : Kelompok 214 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bilateral Universitas Bengkulu (Unib) dan Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Linau, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Bengkulu pada Minggu (28/6).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk unggulan desa.
Pendampingan difokuskan pada pengembangan produk gurita kering, yang merupakan salah satu komoditas unggulan masyarakat Desa Linau. Letak desa yang berada di pesisir Samudra Hindia menjadikan sektor perikanan sebagai mata pencaharian utama masyarakat, dengan gurita sebagai salah satu hasil tangkapan yang bernilai ekonomi tinggi. Untuk meningkatkan nilai tambah, hasil tangkapan tersebut diolah menjadi gurita kering yang memiliki masa simpan lebih lama dan peluang pemasaran yang lebih luas.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui edukasi mengenai pengemasan produk (packaging), penguatan identitas merek (branding), strategi pemasaran, serta pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai media promosi. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi dan praktik secara langsung sehingga pelaku usaha dapat memahami serta menerapkan materi sesuai dengan kebutuhan usahanya.
Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas produk sejak proses produksi. Gurita yang telah ditangkap nelayan dibersihkan dan dijemur hingga mencapai tingkat kekeringan yang optimal agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Selanjutnya, produk dikemas secara higienis dengan desain kemasan yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen.
Melalui program pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Linau mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan pendapatan usaha. Program ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan UMKM yang lebih inovatif dan berdaya saing, sehingga gurita kering Desa Linau semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Kaur yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
