Mahasiswa KKN Unila Laksanakan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor di Kelurahan Pidada

Foto : Rilis/ Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode I tahun 2026 Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.
39 dibaca

Teknokra.co : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor yang bertempat di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung pada Jumat, (23/1).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana alam yang rawan terjadi di wilayah tersebut, khususnya banjir dan tanah longsor.

Kegiatan sosialisasi diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa. Acara diisi dengan sambutan dari Koordinator Kecamatan Panjang, Pandya Maulana Tsamarat Utomo, Lurah Pidada yaitu Bapak Hasanudin serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Maya Riantini. Rangkaian sambutan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat lokal.

Memasuki agenda utama, penyampaian materi sosialisasi kesiapsiagaan bencana disampaikan kepada masyarakat yang hadir. Materi pertama mengenai Sosialisasi dan Edukasi Mitigasi Bencana disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD. Dalam pemaparannya, dijelaskan pengertian bencana sebagai peristiwa yang dapat mengancam keselamatan jiwa, merusak lingkungan, serta menimbulkan kerugian harta benda.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai langkah antisipatif yang dilakukan sebelum bencana terjadi, melalui perencanaan, pengorganisasian, serta kesiapan sumber daya agar mampu merespons bencana secara cepat dan tepat.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai DESTANA (Desa Tangguh Bencana) yang disampaikan oleh Bapak Sahbudin selaku Direktur Perisai Nusantara Foundation. Pada sesi ini, peserta diberikan gambaran mengenai peran strategis desa dan masyarakat dalam membangun sistem ketangguhan bencana yang mandiri dan berkelanjutan, sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana di wilayahnya.

Lebih lanjut, materi KATANA (Keluarga Tangguh Bencana) disampaikan oleh Ibu Dewi Gunawan. Materi ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan di tingkat keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Peserta diberikan pemahaman mengenai pengenalan risiko lingkungan sekitar rumah, penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman, serta penyusunan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, dan perlengkapan darurat lainnya.

Materi berikutnya mengenai Pelayanan Tanggap Darurat disampaikan oleh Bapak Nuryadi, selaku Kepala Seksi Pengendali Operasi Pusdalops PB BPBD. Pada sesi ini, dijelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi, seperti mematikan aliran listrik ketika terjadi banjir, menghindari arus air yang deras, serta segera melakukan evakuasi apabila kondisi dinilai tidak aman.

Untuk menghadapi potensi longsor, masyarakat diimbau menjauh dari area lereng dan tebing serta segera mencari tempat yang lebih aman.

Sebagai penutup materi, pemaparan mengenai Siklus Bencana disampaikan oleh Bapak Wahyu Hidayat dari BNPB Provinsi Lampung. Materi ini menjelaskan tahapan bencana yang meliputi pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana, serta peran penting masyarakat pada setiap tahapan tersebut dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Melalui kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir dan Longsor ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Pidada dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bencana, serta mampu meningkatkan kesiapsiagaan diri, keluarga, dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Lampung Periode I Tahun 2026 Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, yang terdiri dari Umi Amelia Wati (Kehutanan ’23), M. Niko Baihaqqi (Teknik Informatika ’22), Aura Amalia Hamdani (Hukum ’23), Sabrina Fadila Meysun (Hukum ’23), Devilia Astuti (Ilmu Pemerintahan ’23), Nia Rachmawati (Ilmu Pemerintahan ’23), Dewa Putu Yudistia (Teknik Lingkungan ’23), Dela Amelia Putri (Administrasi Negara ’23), Sendi Novian Aninditya (Bisnis Digital ’23), Pandya Maulana Tsamarat Utomo (Ilmu Hukum ’23), Chintya Donna Pasha (Ilmu Tanah ’23), Aditya Imam Fathoni (Ilmu Tanah ’23), serta Rizqia Najwa Az Zahra (Ilmu Administrasi Bisnis ’23).

Penulis: RILISEditor: Yolanda Ria Kartika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 11 =