Sistem Absensi PKKMB Unila Daring Bermasalah, Maba Keluhkan Akses Server dan Minimnya Narahubung

Pelaksanaan PKKMB Univeristas Lampung oleh mahasiswa baru secara daring. Foto : Youtube Official Unila
66 dibaca

Teknokra.co : Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Lampung (Unila) tahun 2026 yang pada Selasa (8/11) mendapati keluhan dari para peserta. Penggunaan aplikasi berbasis website pada laman pkkmb.unila.ac.id yang difungsikan sebagai pusat informasi dan portal absensi justru menuai kendala teknis mendasar, terutama bagi mahasiswa baru (maba) yang mengikuti kegiatan secara daring.

Sistem absensi yang dibuka sejak pukul 06.00 WIB dilaporkan mengalami kemacetan akibat penumpukan akses user (server down). Dampaknya, sistem secara otomatis mencatat kehadiran mahasiswa secara keliru dan lambat.

Khairunnisa (Peternakan angkatan ’26), mengaku menjadi salah satu maba yang mengalami gangguan teknis tersebut. Meski sudah mengakses portal tepat waktu pada rentang pukul 06.00–07.00 WIB, sistem justru melabeli statusnya sebagai “tidak hadir”.

“Waktu saya coba isi di jam 6 pagi, mungkin karena banyak yang akses bersamaan, server-nya down. Begitu dicoba lagi, keterangannya malah keluar ‘tidak hadir’, padahal masih dalam rentang waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Gugurnya akses di awal waktu berimbas pada kejanggalan data absensi selanjutnya. Setelah dicoba berulang kali, portal tersebut malah merekapitulasi riwayat kehadiran Khairunnisa sebanyak sembilan kali hadir dan satu kali tidak hadir, mengindikasikan akumulasi sepuluh kali kegiatan dalam waktu bersamaan.

Mendekati batas akhir pengisian jam 09.00 WIB, ia terpaksa melompati alur resmi dengan meminta bantuan langsung kepada kakak tingkat (kating) melalui mekanisme pribadi untuk memulihkan status kedataannya pada website.

Masalah tidak berhenti pada kelemahan infrastruktur digital. Panitia PKKMB tingkat universitas dinilai gagap dalam menyediakan saluran komando pengaduan (contact person) yang responsif. Pertanyaan yang dilayangkan mahasiswa melalui grup komunikasi resmi Fakultas Pertanian (FP) sempat diabaikan tanpa penanganan cepat.

Khairunnisa menyebutkan, sejumlah peserta terpaksa mencari bantuan ke help desk universitas hingga meminta solusi ke fakultas lain sebelum akhirnya direspons oleh pengurus Himpunan Mahasiswa (Hima).

Senada dengan hal tersebut, Ferdi Dwi Prasetia (Peternakan ’26), peserta PKKMB daring lainnya, mengonfirmasi tidak adanya narahubung resmi yang disiapkan panitia universitas untuk menangani keadaan darurat teknis.

“Kalau kendala utamanya jelas pada akses aplikasi yang sulit karena lonjakan pengguna secara bersamaan. Untuk penanganan daring, tidak ada arahan jelas dari panitia universitas, kami cuma konfirmasi mandiri ke kating HIMA angkatan 2024,” ungkapnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, kendala teknis pada aplikasi PKKMB Unila serta efektivitas saluran layanan pengaduan panitia masih menjadi catatan bagi kesiapan digitalisasi kampus.

Exit mobile version