​Uji Perdana Web PKKMB Unila 2026 : Server Down hingga Rebutan Sinyal

Kondisi Mahasiswa Baru (maba) Univeesitas Lampung (Unila) yang mengalami kesulitan saat absensi secara online menggunakan web pkkmb.unila. Foto : Teknokra/ Abelia Mutiara
49 dibaca

Teknokra.co : Dalam Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026, Universitas Lampung (Unila) membuat aplikasi berbasis website untuk fasilitas informasi dan absensi mahasiswa baru (maba). Namun, penggunaan perdana ini memicu banyak keluhan dan kesulitan yang dialami maba yang ikut serta pada PKKMB daring serta luring.

Anugrah Ramadan (Agribisnis ’23) selaku Panitia atau delegasi ormawa dalam kepanitiaan PKKMB Unila menyebut penggunaan sistem absensi berbasis web merupakan inovasi baru yang diterapkan pada PKKMB tahun ini. Namun, sistem tersebut mengalami gangguan ketika diakses oleh banyak mahasiswa secara bersamaan sehingga membuat sebagian mahasiswa baru kesulitan melakukan presensi.

“Sebenarnya itu inovasi yang bagus. Karena mungkin dengan hal itu tidak ada yang double, tidak ada yang saling timpa-menimpa data absensinya. Tapi karena ini baru dan belum setahun dipakai, servernya itu down,” ujarnya.

Ia menjelaskan dalam menghadapi kendala tersebut, panitia meminta mahasiswa baru untuk tetap tenang dan melakukan pengecekan secara berkala hingga sistem dapat kembali diakses. Waktu pelaksanaan absensi juga diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB.

“Jadi alhasil mau nggak mau arahan dari kami, mereka tenang dulu yang pertama, bisa duduk di tempat duduknya masing-masing, dan sesekali itu dicek kembali apakah bisa login atau tidak,” jelasnya.

 

Foto : Teknokra/ Abelia Mutiara

Ahmad Fauzi Nuriansyah (Ilmu Komunikasi ’26) selaku peserta PKKMB yang ikut serta langsung di GSG Unila, menanggapi bahwa website PKKMB dinilai sudah bagus namun website tersebut mengalami kendala sinyal yang parah ketika diakses.

“Untuk website-nya sih udah bagus sih menurut saya. Cuman ya itu kadang sinyalnya masih susah,” ujarnya.

Kian Aditrias Prayetno (Ilmu Tanah ’26) juga menanggapi terkait sinyal website yang dinilai sulit karena banyaknya mahasiswa yang mengakses secara bersamaan.

“Kadang sinyalnya masih susah. Mungkin karena rebutan ya. Saking banyaknya orang, jadinya sinyal ikut rebutan juga,” pungkasnya.

Exit mobile version