Unila Resmi Lantik 34 Ormawa Periode 2026

Foto : Teknokra/ Andre Sumanto Lomban Gaol
47 dibaca

Teknokra.co : Universitas Lampung (Unila) secara resmi melantik 34 Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) periode tahun 2026 di Aula Fakultas Pertanian pada Kamis, (12/2). Pelantikan tersebut menandai pengukuhan ratusan pengurus Ormawa yang siap mengemban amanah kepemimpinan di tingkat universitas.

Dalam sambutannya, Prof. Sunyono selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila menyampaikan bahwa dari total organisasi kemahasiswaan yang ada, sebanyak 34 Ormawa telah memenuhi persyaratan administrasi dan dikukuhkan. Sementara itu, sekitar 14 organisasi lainnya belum dapat dilantik karena data kepengurusan belum lengkap.

“Hari ini sudah kita kukuhkan bahwa hari ini sebanyak 34 organisasi kemahasiswaan telah kita kukuhkan, seharusnya totalnya 48, berarti sekitar 14 lagi tidak ikut karena memang data pengurusnya belum masuk sehingga dari 34 yang sudah masuk dan langsung kita kukuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa menjadi wadah pembelajaran yang sangat penting bagi para mahasiswa. Melalui Ormawa, mahasiswa diasah integritasnya, ditumbuhkan komitmennya, serta dilatih kemampuan kepemimpinannya.

“Saya yakin hari ini saya melantik calon-calon pemimpin masa depan. Kepemimpinan saudara sekalian akan diuji dan dibentuk melalui organisasi kemahasiswaan ini,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi Ormawa dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Lampung, khususnya IKU 2 tentang mahasiswa berdampak dan IKU 3 tentang prestasi mahasiswa. Menurutnya, capaian prestasi mahasiswa menjadi indikator penting dalam menentukan reputasi dan posisi Unila di tingkat nasional.

“Organisasi kemahasiswaan ini memiliki peran yang memang sangat strategis terutama sekali karena kita ada di Universitas Lampung kita harus mendukung Indikator Kinerja Utama Universitas Lampung khususnya pada IKU 3, yaitu tentang prestasi dan juga IKU 2 terkait dengan mahasiswa berdampak,” tegasnya.

Ia mengajak Ormawa untuk berperan aktif dalam beragam acara pendanaan serta kompetisi yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, melalui Direktorat Belmawa. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), yang bertujuan pada pengabdian kepada komunitas dengan alokasi dana sekitar 30 juta Rupiah untuk setiap proposal yang berhasil dalam seleksi.

“Tahun lalu tidak ada yang lolos. Tahun ini tidak boleh kita biarkan begitu saja. Harus ada pembinaan dan peningkatan kualitas proposal,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan, Unila telah mengoptimalkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center yang berada di Gedung Kemahasiswaan sebagai pusat informasi berbagai program seperti PKM, PPK Ormawa, LIDM, P2MW, dan program6 pendanaan lainnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Sunyono juga menyebutkan Unila mencatat capaian membanggakan di bidang PKM. Pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Unila berhasil meraih medali emas dan menempati peringkat keenam nasional dari lebih dari 400 perguruan tinggi peserta.

“Peringkat enam itu sejajar dengan ITB. Artinya mahasiswa Unila tidak kalah dan tidak perlu minder. Kita harus terus meningkatkan prestasi,” ujarnya.

Dalam arahannya, ia berpesan agar Ormawa mampu menyusun program kerja berbasis capaian prestasi, membangun kolaborasi lintas organisasi dan fakultas, serta memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi lain, dunia usaha, dan industri. Menurutnya, kampus unggul tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari sinergi kolektif antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

“Kampus unggul lahir dari kolaborasi dan disiplin bersama. Jika kita bergerak dalam satu visi, saya yakin Universitas Lampung akan semakin diperhitungkan dan mampu mencapai posisi terbaik di tingkat nasional,” harapnya.

Lebih lanjut, sejumlah pengurus Ormawa mengaku telah melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari sebelum pelantikan dilaksanakan. Meski terdapat beberapa kendala dalam proses administrasi dan penyusunan struktur organisasi, semangat untuk menjalankan amanah tetap menjadi prioritas utama.

Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sains dan Teknologi (Saintek), Muhammad Rifqi Syahid, mengungkapkan bahwa proses penyusunan kepengurusan membutuhkan waktu yang cukup panjang, khususnya dalam menghimpun anggota, pimpinan, hingga presidium serta penyusunan Surat Keputusan (SK).

“Kalau kendala pasti ada, terutama dari internal. Karena untuk mengumpulkan anggota, pimpinan, dan presidium itu butuh waktu. Penyusunan SK juga cukup lama. Tapi alhamdulillah sudah selesai, meskipun masih ada beberapa yang dalam proses,” ujarnya.

Usai resmi dilantik, Rifqi menyampaikan bahwa UKM Saintek akan fokus pada peningkatan prestasi, khususnya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Wakil Rektor III dalam sambutannya.

“Setelah dilantik, harapannya PKM dari Scientech bisa lolos dan sesuai dengan yang diharapkan. Semoga apa yang menjadi target dan harapan kami ke depan bisa tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum UKM Tapak Suci, Syaefi Nurul Hikmah, mengungkapkan bahwa Tapak Suci telah mempersiapkan kepengurusan sejak masa liburan, mulai dari penyusunan SK hingga struktur organisasi. Hal tersebut membuat mereka tidak terburu-buru menjelang pelantikan.

“Kami sudah lama mempersiapkan, dari liburan sudah menyusun kepengurusan. Jadi saat pelantikan tinggal menunggu tanggal saja, karena semuanya sudah siap,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 4 =