Alumni Unila Diduga Aniaya Dua Mahasiswa Usai Mubes Gamatala

Sekretariat Gabungan Mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Lampung (Gamatala). Foto : Gamatala/ Rendy
850 dibaca

Teknokra.co : Salah satu alumni Universitas Lampung (Unila) angkatan tahun 2015 lalu yang berinisal “WES” diduga telah menganiaya dua mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Unila yang bergabung dalam Gabungan Mahasiswa Ilmu Tanah Unila (Gamatala). Diketahui, kejadian tersebut berlangsung saat dua mahasiswa yang mengaku menjadi korban penganiayaan, usai melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) Gamatala tahun ini. Dalam hal ini, pihak korban juga telah melaporkan terduga pelaku ke pihak kepolisian sektor (Polsek) Kedaton pada Minggu, (24/12). Dengan laporan polisi nomor LP/B/969/XII/2023/SPKT/POLSEK KEDATON/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG.

Hal itu disampaikan langsung oleh salah satu saksi, Rendy (Ilmu Tanah’21) yang saat itu berada di lokasi kejadian. Menurut Rendy, kejadian dimulai pada pukul 04.00 pagi saat dirinya bersama dengan tujuh rekan lainnya termasuk dua korban tengah berjalan menuju Sekretariat Gamatala. Sesampainya mereka di sana, terdapat sekelompok orang termasuk terduga pelaku sedang duduk di halaman depan sekret Gamatala.

“Saat kami selesai mubes, kami mau ke sekret dan situasi di sekret kami sedang sepi. Saat sampai di sekret kami melihat kurang lebih lima belas orang dari jurusan kehutanan dan jurusan peternakan,” ucap Rendy pada Senin, (25/12).

Salah satu korban, Ferdi Ramadon (Ilmu Tanah’21) mengaku bertindak dengan sopan untuk meminta sekelompok orang tersebut termasuk terduga pelaku untuk meninggalkan sekret. Namun, terduga pelaku menolak dengan nada tinggi sambil mengaku lulusan Unila.

Lanjut, terduga pelaku langsung melempar botol air mineral ke arah korban sambil mengucapkan perkataan kasar, kemudian langsung melakukan tindakan kekerasan dengan memukul bagian wajah korban sebanyak dua kali, yakni di bagian dahi dan pipi sebelah kanan.

“Saya dipukul bagian dahi sebelah kanan dan pipi sebelah kanan, kemudian saya dipiting,” ucap Ferdi.

Tak hanya Ferdi, satu korban lainnya, Nabil (Ilmu Tanah’22) ikut menjadi korban, lantaran didorong oleh tiga rekan terduga pelaku, sehingga dirinya terguling di tanah saat situasi sudah mulai kacau. Saat itu, Ferdi langsung lari menghindari sekelompok alumni tersebut.

Pihak korban sudah sempat memohon kepada pihak terduga pelaku untuk melepaskan Nabil, namun terduga pelaku menolak lantaran Ferdi telah lari. Ferdi juga mengaku sempat diancam akan dibunuh dan sekret Gamatala akan dibakar oleh terduga pelaku. Tak hanya sampai di situ, usai kejadian dirinya juga sempat dikeroyok.

“Setelah kejadian berlangsung, saya digepung sampai Bunderan Unila. Karena alumni tersebut ramai yang mengeroyok saya,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, pihak korban pun langsung menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lampung Abdul Moelok guna melakukan visum sebagai bukti pelaporannya di kepolisian dengan menempuh jalur hukum.

“Saya juga langsung melakukan visum setelah kejadian dan surat visum sudah keluar. Namun hasil tes pemeriksaan masih dalam proses,” tutup Ferdi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + twelve =