Anemon, Klub Selam Mahasiswa Peduli Laut

240 dibaca

Teknokra.co : Logo berilustrasikan Ikan Nemo yang bersimbiosis dengan Anemon Laut itu menjadi penanda, bahwa inilah Klub Selam Anemon. Klub selam mahasiswa pertama yang ada di Provinsi Lampung ini, dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan penelitian kelautan. Klub selam ini berdiri sejak 30 November 1995 dengan diprakarsai oleh Herwin, Joko, dan Dani. Ketiganya merupakan mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) angkatan tahun 1990.

Ketua Umum Klub Selam Anemon periode tahun 2023, Akmal Bayu Anggara (Biologi Terapan’22)mengungkapkan bahwa nama Klub Selam Anemon diambil dari salah satu biota laut yaitu AnemonAnemon diartikan sebagai rumah, sedangkan anggota yang tergabung dalam klub selam ini diibaratkanIkan Nemo. Berdasarkan maknanya, Ikan Nemo yang ada di dalam Anemon akan selalu menjaga rumahnya.

Ikan nemo dan anemon itu saling menjaga satu sama lain, Anemon punya semacam sengatan yang bisa melukai predator atau pengganggu. Ikan Nemo juga ketika ada benda asing di dekat rumahnya dia akan menolak, dia akan seperti menotol-notol,” ungkapnya (31/1).

Bukan hanya menjadi sebuah komunitas yang menggemari kehidupan bawah laut saja, Klub Selam Anemon ini juga aktif untuk meneliti laut. Penelitian yang dilakukan bisa berupa pengambilan data biota laut ataupun data lainnya yang berkaitan denganbawah laut. Hasil penelitian ini nantinya dijadikan sebagai produk komunitas yang akan dipresentasikan kepada dosen, pembina dan mahasiswa untuk kepentingan akademik.

“Jadi dari awal didirikan Anemon ditujukan sebagai scientific diving. Penyelaman yang bertujuan untuk kegiatan penelitian seperti pengambilan data, pengolahan data, dan pengambilan kesimpulan,” ungkapnya.

Ketika awal berdiri, klub selam yang kini sudah berusia 27 tahun ini masih berada di bawah naungan jurusan Biologi FMIPA Unila, sehingga anggotanyahanya diisi oleh mahasiswa jurusan Biologi. Namunpada tahun 2014, Anemon secara resmi menjadi bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Fakultas (UKM-F) di FMIPA.

Hingga saat ini, Klub Selam Anemon masih eksis dan semakin dikenal baik di dalam maupun di luar kampus. Klub Selam Anemon juga selalu konsisten mengembangkan penelitian yang berasaskan konservasi hingga menghasilkan jurnal tentang kelautan.

Sudah banyak jurnalnya, malah jurnal-jurnal tentang kelautan itu rujukannya dari Anemon. Penelitian tentang karang, tentang alga, tentang populasi hewan laut dan masih banyak lainnya,” tutur Akmal.

Ketika bergabung dalam Klub Selam Anemon, para anggota akan mendapat pelatihan yang terdiri dari pelatihan kolam dan pelatihan ruang. Pelatihan kolam dilaksanakan di kolam renang UnilaSedangkan pelatihan ruang yang diisi dengan pembekalan materi dilakukan di sekretariat Klub Selam Anemon.

Untuk pembelakan dalam hal teori, ilmu kelautan, biologi karang, biologi kelautan, fisika kelautan, kimia kelautan, penyakit-penyakit semua ini terjadwal,” jelasnya

Dalam melaksanakan kegiatannya, Klub Selam Anemon memiliki peralatan penelitian yang memadai dan aman untuk keselamatan pada anggota. Tidak hanya itu, jurusan Biologi juga turut memberikan bantuan sebagai bentuk dukungan kepada Klub Selam Anemon.

Peralatan penelitian ada juga yang memakai punya jurusan jika diperlukan mengambil data lebih lanjut, jurusan juga memberikan support pada kita,” katanya.

Akmal juga menjelaskan pada periode pengurusannya tahun ini, Klub Selam Anemon akan diwarnai dengan banyak kegiatan. Ia bersama para pengurus sedang mempersiapkan agenda-agenda yang cukup padat.

Untuk ke depannya, nanti ada field trip-field t trip, open recruitment calon anggota baru, pengibaran bendera, pengiriman delegasi jambore, dies natalis Anemon dan lainnya,” jelasnya.

Akmal juga menyampaikan harapannya untuk Klub Selam Anemon. Ia berharap klub selam ini bisa terus menginspirasi masyarakat luas, bukan hanya sekedar kegiatan menyelami laut dan melihat dunia bawah laut saja.

“Harapan saya kedepannya anemon bisa tetap menginspirasi orang menyelam, bukan untuk bisa menyelam lebih dalam, tapi untuk mengetahui batasan. Dan Anemon bisa tetap konsisten dalam belajar dan berkembang menjadi tantangan sebagai scientific diving,” pungkasnya.

*Artikel ini pertama kali dipublikasikan dalam tabloid Teknokra edisi 166 Bulan Juni Tahun 2023.

Penulis: Neza Puspita TariganEditor: Antuk Nugrahaning Pangeran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 11 =