Kelas Menulis, Upaya Tingkatkan Literasi 

233 dibaca

Teknokra.co : Saat ini, minimnya literasi membaca menjadi urgensi di Lampung. Anak muda beranggapan bahwa mereka seolah-olah sudah bisa berbicara dan dekat dengan bahasa. Namun, faktanya tidak semudah itu, ketika dihadapkan dengan menulis, maka mereka akan gugup, macet, atau terbata-bata. Hal tersebut disampaikan oleh Alexander GB dalam launching dua e-book bertajuk “Tula” dan “Cikgu Domag” yang digelar di Rumah Kebun 99 pada Sabtu (30/9).

Kondisi itulah yang kemudian memunculkan inisiasi untuk membuat kelas atau khursus kepenulisan, supaya literasi membaca di Lampung meningkat tajam. Maka, hadirlah ‘Kelas Menulis’ yang diinisasi oleh Lampung Literature. Kelas menulis hadir dalam dua kelas, puisi dan cerpen (cerita pendek). 

Alexander GB, yang juga merupakan fasilitator dalam kelas cerpen, menyebutkan bahwa menulis menjadi wadah untuk berekspresi dan membaca realita sekitar. Namun menurutnya, sebuah tulisan menjadi tidak terbahasakan karena kendala-kendala pada pengembangan ide, pembuatan kalimat yang efektif, dan gagap dalam mencari referensi yang didapat.

 “Kita yang kurang memiliki kepekaan dan penguasaan terhadap bahasa, sehingga ide-ide tersebut terbahasakan dengan cara yang tidak tepat,” katanya.

Fasilitator lainnya dalam kelas puisi, Inggit Putria Marga menjelaskan bagaimana Kelas Menulis memberikan pelatihan intensif kepada peserta dalam waktu yang cukup singkat. Dalam 12 kali pertemuan, fasilitator perlu membuat silabus pendek untuk menyampaikan semua materi yang sekiranya menjadi hal yang poin penting dalam menulis.

“Masing-masing karya pertama mereka, itu menjadi start poin bagi saya sebagai pembanding ada tidaknya progres mereka, karena di akhir kelas mereka diminta untuk membuat karya,” katanya.

Salah satu peserta dalam kelas cerpen, Tria Nur Handayani  menyampaikan kesannya selama mengikuti Kelas Menulis.

 ”Saya senang sekali diadakannya kelas kepenulisan ini memang benar kelas ini jadi stimulus kami, walaupun pertemuannya singkat tetapi disitu kami tau basic menulis yang baik dengan menentukan konflik utama, menentukan tokoh, goals tokoh dan hambatan tokoh,” ujarnya

Penulis: Risma PuriEditor: Antuk Nugrahaning Pangeran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 5 =