Mahasiswa KKN Unila Beri Penyuluhan Bahaya NAPZA dan Kenakalan Remaja

Sumber foto : Mahasiswa KKN Unila periode I tahun 2024, Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
53 dibaca

Teknokra.co : Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode I tahun 2024, Desa Sukatani, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, memberikan penyuluhan tentang Bahaya Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif (NAPZA) dan Kenakalan Remaja dengan tema “Menggapai Masa Depan Tanpa Bayang-Bayang NAPZA dan Kenakalan Remaja” di Kantor Balai Desa Sukatani pada Minggu, (4/2).

Ketua Pelaksana, Faza Maula Aseli (Bimbingan dan Konseling’21) menjelaskan, bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampak negatifnya, serta mencegah kenakalan remaja di lingkungan desa setempat.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal ini merupakan upaya kelompoknya untuk meminimalisir kasus penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja di lingkungan sekitar.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati dengan memberikan pengetahuan mengenai bahaya narkoba dan kenakalan remaja agar para remaja Desa Sukatani lebih fokus dalam belajar dan menjauhi hal-hal yang berbahaya,” katanya.

Respon positif datang dari Kepala Desa setempat, Lagiman, yang berpendapat bahwa ilmu dari kegiatan ini harus disosialisasikan kepada para remaja. Tujuannya adalah agar mereka dapat terhindar dari kasus penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja.

“Dengan adanya penyuluhan ini, masyarakat bisa menambah pengetahuan untuk para remaja agar dapat menghindari obat-obat terlarang dan melakukan kegiatan yang hanya merugikan diri sendiri seperti kenakalan remaja,” katanya.

Dalam acara tersebut, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Sukatani dan Bripka Siswanto, diundang sebagai pemateri.

Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode I tahun 2024 Desa Sukatani, Kecamatan Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Selatan antara lain, Restu Aryandi (Pendidikan Bahasa Prancis ’21), Rajwa Wening Rahayu (Pendidikan Ekonomi’21), Giovanny Yumna Ubhayahita (Pendidikan Bahasa Inggris’21), Rona Wirda Triani (Pendidikan Kimia’21), Shella Okthavia (Pendidikan Biologi’21), Deni Wahyu Saputra (Pendidikan Bahasa Lampung’21), Faza Maula Aseli (Bimbingan dan Konseling’21), Siti Ratnasari (Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra’21), Haya Jauza Hanin (Pendidikan Kewarganegaraan’21), dan Calsa Fira Atvika (Pendidikan Teknologi dan Komunikasi’21).

[RILIS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − fifteen =