Opini : Maraknya Pinjol Di Kalangan Mahasiswa

Foto : Ilustrasi/ Muhammad Ilham Bintang
92 dibaca

Teknokra.co : Pinjaman online atau kerap disebut pinjol saat ini sedang merajalela di kalangan mahasiswa. Penyebab fenomena ini antara lain pengaruh lingkungan negatif dan life style mahasiswa yang terlalu memaksakan mengikuti trend zaman sekarang. Bermula dengan meminjam dengan nominal kecil lama-kelamaan melonjak hingga nominal fantastis.

Mahasiswa saat ini dapat dikatakan terlalu konsumtif untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu fungsional. Sumber akar masalah ini adalah ketika mereka mengakses media sosial seperti tiktok, instagram, x, dan lain-lain. Disanalah konten-konten fashionble bertebaran. Bukan hanya soal pakaian, namun barang-barang sekunder berupa vape, merchandise artis, tiket konser dan masih banyak lagi. Hal tersebut hal membuat mahasiwa yang membuat mahasiswa mulai teperangkap dalam lingkaran setan.

Saat menjelang jatuh tempo mereka tidak terlalu memikirkan hutangnya dan menyepelekan hal tersebut dengan dalih mengucap “ah masih lama kok”. Namun ketika hari jatuh tempo tiba, disitulah mereka terpikir untuk menggali lubang di aplikasi lain. Pada saat itu probabilitas

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kelompok usia 19–34 tahun merupakan salah satu kelompok pengguna layanan pinjaman online terbesar di Indonesia. Fakta ini menunjukkan bahwa generasi muda, termasuk mahasiswa, menjadi kelompok yang rentan terhadap risiko penyalahgunaan pinjaman digital.

Dampak negatif utama mahasiswa adalah beban hutang yang sulit untuk dilunasi, gangguan mental akibat tekanan dari debt collector, penurunan prestasi dan nilai akademik karena hanya fokus untuk melunasi hutang, dan kemungkinan terburuknya yaitu putus masa studi karena tidak mampu untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Solusi dari permasalah tersebut dengan mempelajari sistem pengelolaan uang yang baik supaya bijak dalam spend uang untuk suatu hal, penyediaan konseling di lingkup kampus juga perlu disediakan untuk mahasiswa yang terjerat pinjol, dan edukasi dari kampus serta apabila terjerat pinjol untuk tidak gali lubang tutup lubang untuk menutupi hutang lama.

Peristiwa pinjol di kalangan mahasiswa menjadi masalah serius karena jika mereka memiliki riwayat gagal bayar dapat berdampak pada reputasi keuangan seseorang dan berpotensi memengaruhi akses terhadap layanan keuangan di masa depan. Oleh karena itu penting untuk bersama-sama mencegah dan mengatasi hal tersebut dengan bantuan dari perguruan tinggi, pemerintah, dan mahasiswa. Dengan demikian mahasiswa dapat fokus untuk meraih cita-citanya tanpa memikirkan hutang.

Opini ditulis oleh Muhammad Ilham Bintang (mahasiswa jurusan Agronomi Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung tahun 2024)

Exit mobile version