Usung Tema Mahasiswa Sebagai Katalisator, BEM Unila Langsungkan Stadium General 2026

Foto: Teknokra/ Chelsea Ester Basauli Lubis
72 dibaca

Teknokra.co: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) langsungkan Stadium General dengan tema “Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta pusat Gerak, Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045”, pada Senin, (6/4). Peserta stadium general dihadiri oleh Mahasiswa Forum Komunikasi (Forkom) Bidikmisi dan mahasiswa aktif Unila lainnya.

Prof. Warsito selaku Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa selaku pemateri mengujarkan bahwa Indonesia sebenarnya memasuki momentum yang strategis untuk 100 tahun kedepan. Namun, era digital dan karakter menjadi tantangan yang dapat mengancam fondasi moral bangsa.

“Indonesia memasuki momentum strategis menuju 100 tahun kemerdekaan. Generasi Indonesia menghadapi dua sisi tantangan era digital dan tantangan karakter yang mengancam fondasi moral bangsa,” ujarnya.

Tak hanya itu, Budiono selaku akademisi Fakultas Hukum (FH) Unila ikut menyampaikan bahwa rasa kurang sadar, kurang peduli, dan kurang bertanggung jawab atas diri sendiri adalah tantangan terbesar dari generasi muda, bukan sekedar persoalan intelektual semata.

“Tantangan terbesar generasi muda bukan soal kecerdasan intelektual semata, melainkan kurang sadar, kurang peduli, dan kurang bertanggung jawab atas diri sendiri,” sampainya.

Ia melanjutkan bahwa mahasiswa adalah kekuatan strategis bangsa yang memegang besar peran untuk kepentingan bangsa dan bukan sekedar individu yang mengejar gelsr dan nilai.

“Mahasiswa bukan sekedar individu yang mengejar gelar atau mengumpulkan nilai IPK setinggi-tingginya. Mahasiswa adalah kekuatan strategis bangsa, entitas memegang peran jauh lebih besar untuk kepentingan bangsa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Tin Latifah, Selaku Staf Ahli Bidang Kelembagaan, Regulasi dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) juga ikut menyampaikan perihal momentum yang harus dibuat untuk membangkitkan profesi petani dan membantu pertumbuhannya untuk tahun 2030 nanti.

“Inilah sekarang kita harus buat momentum untuk membuat petani bangkit, dan membantu pertumbuhan profesi pertanian Indonesia di tahun 2030 nanti,” ujarnya.

Dinal Azmi (Hubungan Internasional ’24) selaku peserta stadium general memberi tanggapan bahwa materi yang telah disampaikan sangat penting untuk bekal mahasiswa sebagai Center of Movement Indonesia melalui pergerakan dan inovasi sebagai pendukung Indonesia maksimum.

“Penting sekali karena seperti yang disampaikan dari Prof. Warsito bahwa sebenarnya kita mahasiswa itu sebagai center of movement atau pusat pergerakan yang ada di Indonesia dalam mendukung Indonesia Masksimum. Kita sebagai mahasiswa merupakan ujung tombak dari pergerakan-pergerakan kita, dari inovasi-inovasi yang kita lakukan, sehingga bisa berdampak dan bermanfaat bagi Indonesia,” pungkasnya.

Exit mobile version