Banjir Kembali Terjadi, Warga Rajabasa Raya Keluhkan Akses Jalan 

Foto : Teknokra/ Yolanda Ria Kartika
86 dibaca

Teknokra.co : Banjir melanda wilayah Rajabasa Raya pasca hujan deras yang terjadi pada Jumat, (6/3). Sepantauan Teknokra hujan deras terjadi sejak pukul 14.30 WIB hingga 16.15 WIB

Intesitas hujan yang tinggi memicu saluran air meluap hingga menyebabkan banjir. Alhasil ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Salah satu warga yang terdampak yaitu, Heriyanto (39) yang mengalami kejadian banjir yang serupa berulang-ulang kali. Hujan terjadi bermula pada pukul 3 hingga air banjir tinggi mencapai 1 meter.

“Kalau hujan tadi jam 3-an. Jam 3 sampai jam 4 itu deres air dari atas turun ke bawah ya ini hasilnya banjir. kurang lebih 1 meter,” ujarnya.

Heriyanto mengaku belum merasakan adanya perbaikan pada wilayah tempat tinggalnya yang terdampak pada banjir.

“Wilayah sini belum pernah di perbaiki tapi sebanyak ini banjir namanya kiriman air dari atas ke bawah semua ya kayak gini hasilnya,” ungkapnya.

Ia berharap agar banjir yang terjadi bisa ditanggulangi kembali karena memdapat kesulitan terutama pada akses mobilisasi.

“Harapannya ya ditanggulangin lah banjir ini biar nggak susah, keluarga sini yang mau aksesnya kan kalau bawa kendaraan roda empat dan roda dua. Pengennya ditanggulai biar gak banjir lagi seperti ini,” Harapannya.

Juni Antoro (51), RT 5  lingkungan 1 Kelurahan Rajabasa Raya menjelaskan peristiwa banjir yang bermula akibat curah hujan yang tinggi. Hal ini juga, membuat sungai tidak dapat menampung air dan berdampak pada pemukiman warga.

“Hujan deras menyebabkan sungai tidak dapat menampung lagi air kiriman sehingga air dari sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga sehingga mengakibatkan terjadinya banjir di lingkungan kami,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa peristiwa ini bukan kali pertama terjadinya banjir di Rajabasa Raya. Artinya banjir akan selalu ada banjir apabila jika sudah memasuki musim penghujan.

“Bukan untuk yg pertama kali emang banjir di lingkungan kami kalau ujan lebat pasti emang banjir dilingkungan kami karena untuk saat ini sungai yg tadinya lebar sekarang menjadi sempit dan yg tadinya dalam sekarang sungai semakin dangkal,” ujarnya.

Juni berharap kontruksi bangunan yang berada pada tepat badan sungai segera diterbitkan pembuatan drainase oleh pemerintah, lantaran kondisi sungai yang memperihatinkan.

“Harapan kedepannya kalau bisa bangunan- bangunan yg sudah makan badan sungai bisa untuk di tertibkan oleh pemerintah kota karena yg tadinya sungainya lebar dan dalam sekarang sungainya menjadi sempit dan dangkal dan yg belum ada drainase untuk ditertibkan drainase nya sehingga kalau hujan air yg dari pemukiman warga tidak lagi melewati jalan,” pungkasnya.

Exit mobile version