Buntut Masalah Begawi Festival 2026, DPM Unila Layangkan SP 2 kepada BEM Unila

Foto : Surat Peringatan (2) yang dilayangkan DPM Universitas Lampung (Unila) kepada BEM Unila, Senin (28/7).
96 dibaca

Teknokra.co: Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Lampung (Unila) melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila melalui akun Instagram resmi DPM Unila pada Senin, (20/7).

Penerbitan SP2 ini merupakan buntut dari pelaksanaan klarifikasi dan permohonan maaf serta bentuk dan batas waktu penyelesaian kompensasi kepada pihak-pihak yang terdampak pada persoalan Begawi Festival 2026 yang menuai respons negatif dari peserta hingga delegasi undangan.

Ketua DPM Unila, Karno (Teknik Sipil ’23) menyebutkan bahwa SP2 ini dikeluarkan lantaran pihak BEM tidak menjalankan poin kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

“Poin kesepakatannya itu, kemarin mereka melakukan klarifikasi permintaan maaf di akun Begawi itu selamanya dan di collab kan dengan akun kementerian masing-masing. Tapi yang di kementerian masing-masing ini selama satu minggu saja. Dan mereka tidak melakukan itu, makanya kita beri SP2,” ujarnya.

Lebih lanjut, Karno mengungkapkan bahwa pihak BEM dinilai tidak mengindahkan imbauan serta arahan yang diberikan oleh DPM.

“Yang pertama, mereka tidak mengindahkan poin penyerahan Renstra (Rencana Strategis). Terus, mereka melakukan permintaan maaf itu tidak ke khalayak umum, padahal telah merugikan beberapa pihak. Kita sudah mencoba mengingatkan dan segala macam, tapi tidak ada respons dari mereka, dari kementerian terkait,” tambahnya.

Hingga saat ini pihak BEM U Unila baik 3 kementerian yang terlibat belum menerbitkan klarifikasi dan permohonan maaf secara resmi kepada publik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM Unila, Aditya Bayu (Teknik Sipil ’22) menyatakan bahwa pihaknya belum memberikan pernyataan sikap resmi terhadap SP2 tersebut karena masih dalam tahap pengkajian.

“Kalau untuk pernyataan sikap, kita belum ada. Karena masih dalam proses pengkajian. Kita mau melangkah secara hati-hati, tidak mau melangkah secara sembrono,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, (17/9).

Aditya mengaku sudah mengetahui perihal SP2 tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari proses berorganisasi.

“Kalau terkait SP 2 itu sudah saya monitor juga. Itu termasuk dalam dinamika organisasi lah,” tuturnya.

Exit mobile version