Teknokra.co : Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (IMABSI) Universitas Lampung (Unila) menggelar Seminar Nasional Kebahasaan Festival Bulan Bahasa Indonesia (Fabula) tahun 2026 dengan tema “Eksistensi Bahasa Indonesia dalam Kancah Internasional melalui BIPA untuk Melahirkan Generasi Berwawasan Global” di Aula gedung K Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila pada Sabtu, (24/10).
Seminar ini menyoroti eksistensi bahasa Indonesia di kancah internasional melalui BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), untuk melahirkan generasi muda yang berwawasan global.
Monica Aina Tia Nastiti, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga generasi muda terhadap bahasa Indonesia. Menurutnya, generasi muda diharapkan untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
“Kami mengajak para generasi muda untuk selalu menemukan kecintaan dan kebanggaan terhadap Bahasa Indonesia. Bagi generasi muda yang berada di luar negeri, kami berharap mereka dapat memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat di sana,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia berharap untuk para peserta, terutama mahasiswa, dapat merefleksikan sejarah ditetapkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Peserta juga diharapkan turut menjaga nama baik bahasa Indonesia.
“Harapan saya kepada peserta yang telah hadir pada seminar ini adalah merefleksikan diri untuk mengenang sejarah diresmikannya Bahasa Indonesia, dan tidak mencoreng nama baik Bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ada 110 peserta yang mengikuti seminar yang rata-rata di dominasi oleh prodi Pendidikan dan Sastra Bahasa Indonesia itu sendiri, sedangkan sisanya dari kalangan umum dan tamu undangan. Monica juga menilai antusiasme para peserta yang mengikuti seminar ini tinggi.
“Untuk antusiasnya, Alhamdulillah mereka aktif bertanya dan menyimak pembahasan yang dibahas oleh para pemateri pada hari ini,” lanjutnya.
Dalam pemaparan materi oleh Destiani dijelaskan sebagai kegiatan pengajaran bahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya serta indentitas bangsa ke tingkat International bagi pelajar asing dengan diajarkan langsung oleh Mahasiswa lokal atau Mahasiswa asli warga negara Indonesia. Subjek utamanya adalah warga negara asing yang bukan merupakan penutur asli bahasa Indonesia.
“Melalui BIPA, mahasiswa tidak hanya diajarkan cara mengajar, tetapi juga menjadi duta bahasa yang memperkenalkan budaya dan identitas bangsa ke tingkat internasional. Peluang pengajar BIPA di luar negeri sangat terbuka luas bagi mahasiswa yang siap dan berdaya saing,” paparannya.
Sebegai peserta yang mengikuti Seminar, Bunga Candika Dewi (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ’26), mengungkapkan alasannya tertarik mengikuti seminar puncak Fabula 2026 ini karena untuk menambah wawasan kebahasaan sekaligus mendapatkan manfaat yang menunjang pembelajaran.
“Alasan utama saya mengikuti seminar ini tentu ingin menambah pengalaman terkait dengan bahasa, serta tertarik dengan benefit yang ada dalam kegiatan seminar ini,” ungkapnya.
Ia berharap materi yang disampaikan sepanjang acara puncak Fabula 2026 ini dapat menambah wawasanya terkait Bahasa Indonesia dan terus memotivasi para peserta hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Harapan saya pribadi ingin menambah wawasan terkait bahasa Indonesia, saya ingin supaya bahasa Indonesia bisa dikenal lebih luas oleh orang-orang asing yang mau belajar dan semoga jalannya acara hari ini bisa lebih mendorong semangat para peserta dan acaranya sukseSeminar Nasional Kebahasaan IMABSI, Dorong Penguatan BIPA Tingkat Internasionals sampai akhir,” tutupnya.
