Suarakan Keresahan Mahasiswa, BEM Unila Langsungkan Aksi Simbolik di Depan Rektorat

Muhammad Farrel Dwi Athaya
114 dibaca

Teknokra.co : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) melangsungkan aksi simbolik mahasiswa Unila sebagai bentuk ungkapan aspirasi mahasiswa terhadap kebijakan kampus. Aksi dilaksanakan di bundaran depan Gedung Rektorat Unila, pada Senin (14/9).

Tuntutan yang dibawa dalam aksi demo, yaitu:

1. Menuntut transparansi dan kelanjutan pembangunan masjid Al-Wasi’i.

2. Menuntut kepastian dan transparansi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui Peraturan Rektor tentang KKN.

3. Menuntut pemenuhan fasilitas perkuliahan yang layak dan berpihak pada kesejahteraan mahasiswa.

4. Mengecam dan menolak segala bentuk kampanye, promosi, normalisasi, serta perilaku seksual yang dinilai bertentangan dengan norma agama, Pancasila, dan budaya bangsa.

5. Menuntut tranparasi UKT sebagai bentuk keterbukaan informasi publik di kampus.

6. Menuntut Evaluasi Kinerja dosen serta penindakan tegas dosen yang tidak menjalankan kewajiban dengan baik.

Aditya Putra Bayu (Teknik Sipil ’22) selaku ketua umum BEM Unila mengungkapkan alasan pimpinan Unila tidak ikut membersamai aksi simbolik dikarenakan aksi tidak berfokus pada birokrat. Tetapi masih berfokus pada kesadaran seluruh mahasiswa/i Unila agar berani bersuara karena tuntutan yang sudah ada belum mencakup seluruh keresahan mahasiswa.

“Kalau untuk aksi ini sendiri memang tidak ada pimpinan turun dan segala macamnya, karena apa yang kita lakukan pada sore hari ini tidak berfokus pada birokrat tapi kita berfokus kepada kesadaran seluruh mahasiswa agar mereka berani bersuara. Karena saya rasa poin-poin tuntutan itu belum semua keresahan terangkum dalam situ,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan sebagai salah satu mahasiswa Unila untuk mencoba memantik, memberi semangat dan memberi pikiran yang kritis agar bisa menyuarakan keresahan yang dialami mahasiswa.

“Maka dari itu, kami selaku mahasiswa untuk mencoba memantik, memberi semangat, dan memberi pikiran yang kritis agar bisa menyuarakan apa yang menjadi keresahan mereka,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa akan dilaksanakan konsolidasi yang lebih besar untuk aksi selanjutnya.

“Setelah pada aksi hari ini akan kita adakan konsolidasi yang lebih besar lagi dan akan kita adakan aksi lagi,” tambahnya.

Beni Likardo (Hukum ’25) ikut memberi tanggapan terkait keresahan yang dialami terhadap fasilitas yang ada si Unila.

“Salah satunya yaitu keresahan saya pribadi yang dimana saya sebagai mahasiswa itu tergerak hati karena saya tidak merasakan kenyamanan dari fasilitas yang ada di Universitas Lampung,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar aksi simbolik dapat tersampaikan kepada pihak-pihak birokrasi Unila yang berwenang untuk memenuhi tuntutan.

“Harapan saya semoga tuntutan-tuntutan hari ini tersampaikan kepada pihak-pihak birokrasi yang berwenang di Unila. Agar tuntutan-tuntutan tersebut cukup terpenuhi,” pungkasnya.

Exit mobile version