Penuhnya Papan Bunga Selebrasi di Graha Lama, Tuai Keluhan Mahasiswa UKM Unila

Banyaknya papan bunga selebrasi akademik yang berantakan dan memenuhi lingkungan gerha lama dan balai rektorat (balrek) Universitas Lampung (Unila). Foto : Teknokra/ Yolanda Ria Kartika
5 dibaca

Teknokra.co: Tumpukan papan bunga untuk selebrasi seminar skripsi di belakang Graha Lama Universitas Lampung (Unila), menuai keluhan dari sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berkegiatan. Keberadaan papan bunga tersebut dinilai mengganggu aktivitas organisasi dan membuat lingkungan sekitar sekretariat terlihat kumuh.

Ketua Umum Resimen Mahasiswa (Menwa), Ridho Jurihim (Penjas’23) yang diwawancarai pada Kamis, (15/10) merasa kurang nyaman dengan aktivitas selebrasi di sekitar Graha Lama karena dianggap mengganggu kegiatan organisasi saat sedang berlangsung, terutama saat diskusi dan kegiatan lain.

“Sedangkan di situ tempat kita berdiskusi, berkegiatan, bidang-bidang agama, jadi diskusinya terganggu dan suara-suara mereka itu besar mengalahkan kita berkegiatan,” ujarnya.

Foto : Teknokra/ Yolanda Ria Kartika

Ridho mengungkap bahwa mahasiswa yang berkegiatan di Graha Lama telah berulang kali menegur pihak yang menempatkan papan bunga, termasuk di depan sekretariat. Namun, teguran tersebut belum membawa perubahan.

“Kalau dari kita sendiri, dari mahasiswa sudah sering kali menegur. Dari Mapala, dari Bidang Seni (BS), dari Menwa, terutama yang menaruh papan bunga di depan Menwa itu sudah ditegur, tapi tidak ada perubahan,” tuturnya.

Imelda Cahyani (Kehutanan’23) mengatakan bahwa Graha Lama dijadikan sebagai pilihan untuk selebrasi karena lokasinya yang strategis dan memudahkan mahasiswa berkumpul dengan teman dari fakultas lain.

“Karena jarak sih sebenarnya, jadi lebih dekat aja dan lebih cepat gitu. Sebenarnya di fakultas aku sendiri boleh, cuma karena temanku beda fakultas, jadi mereka selebrasinya di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Pengamanan (Satpam) Unila, Akhwan, menegaskan pihak keamanan tidak melarang mahasiswa mengadakan selebrasi seminar. Namun, ia menilai penempatan papan bunga dan kendaraan yang tidak tertib dapat membuat lingkungan kampus terlihat kumuh dan mengganggu ketertiban.

“Kami ini tidak melarang mereka selebrasi. Yang jadi masalahnya itu kendaraan dan papan bunga itu yang bikin kumuh. Karena di fakultas tidak boleh, larinya ke belakang rektorat. Bikin kumuh kampus, padahal orang luar yang punya usaha,” jelasnya.

Akhwan menilai penataan papan bunga perlu menjadi perhatian agar kegiatan selebrasi tidak berdampak pada kebersihan dan kerapian lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa tetap dapat merayakan seminar selama memperhatikan ketertiban di lokasi kegiatan.

Exit mobile version