Aksi Nyata Relawan Tiongkok : Sadarkan Siswa Wellrise School Bandar Lampung Pada Iklim

Foto : Rilis/ AIESEC In U nila
39 dibaca

Teknokra.co : Isu perubahan iklim yang selama ini terasa jauh dan abstrak bagi anak-anak, kini hadir lebih dekat lewat program Incoming Global Volunteer (IGV) yang digelar di Wellrise School Bandar Lampung. Dalam rangkaian Class Visit minggu pertama yang berlangsung pada Selasa dan Jumat, (27-30/7). Lumisea sebagai Exchange Participant (EP) turun langsung ke ruang kelas untuk mengajak siswa berbicara serius sekaligus seru tentang krisis iklim.

Kunjungan pertama menyasar siswa tingkat Sekolah Dasar di kelas P4A, P4B, P5A, dan P5B, sementara kunjungan kedua menjangkau siswa SD kelas P6 serta siswa SMP di kelas Sec 1, 2, dan 3. Setiap kelas berisi 15 hingga 20 siswa untuk jenjang SD dan kurang dari 15 siswa untuk jenjang SMP, didampingi sekitar dua orang guru yang turut aktif mendukung jalannya sesi.

Dengan format 30 menit per kelas dan total empat kelas dalam sehari, Lumisea membedah dua topik utama menjadi definisi dan penyebab utama perubahan iklim, serta efek rumah kaca mulai dari pengertian, cara kerja, hingga alasan mengapa fenomena tersebut sebenarnya dibutuhkan bumi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana namun tetap membuka ruang diskusi dua arah, sehingga anak-anak tidak sekadar mendengar, tetapi juga berani bertanya dan berpendapat.

Antusiasme siswa menjadi sorotan utama dari kegiatan ini. “The kids really active and have an excitement when they see the EP, they also have so many things to learn and talk about. They’re not only silent when the EP asking, actually they have a confident behaviour there,” ujar Taza, salah satu panitia yang terlibat.

Hal senada disampaikan Lumisea, yang mengaku terkejut dengan kefasihan dan pemahaman siswa terhadap materi yang tergolong berat untuk usia mereka. Ia juga mengapresiasi keterbukaan para guru yang turut membantu kelancaran sesi di lapangan.

Program IGV di Wellrise School Bandar Lampung menegaskan bahwa edukasi lingkungan tidak harus kaku dan menggurui. Melalui interaksi langsung dengan relawan global, generasi muda diajak memahami bahwa isu iklim adalah persoalan nyata yang bisa dimulai dari ruang kelas dan kelak, harapannya, dari tindakan nyata mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + nine =