DPM Unila Resmi Lantik 213 Staf Ahli Periode 2026

Foto: Teknokra/Muhammad Ilham Bintang
107 dibaca

Teknokra.co : Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Lampung (Unila) laksanakan kegiatan Boost Up dan Pelantikan Pengurus Periode 2026 dengan tema “With Great Power Comes Great Responsibility: Kepemimpinan Legislasi Generasi Muda untuk Demokrasi Kampus yang Berkualitas dan Berdampak”. Pengurus yang dilantik berjumlah 213 staf ahli, di Auditorium Prof. Abdul kadir Muhammad Fakultas Hukum (FH) Unila pada Sabtu, (11/04).

Krisis kepemimpinan dinilai menjadi masalah utama dalam organisasi, bukan karena kurangnya program, melainkan minimnya dampak dari pemimpin yang hanya menjalankan peran secara formalitas. Setiap individu pun dituntut berintegritas dengan memulai dari kemampuan memimpin diri sendiri.

Zulkarnain Ridlwan, selaku akademisi FH Unila mengucapkan bahwa jika ada kekuasaan terkonsentrasi pada pihak tertentu maka berpotensi adanya penyalahgunaan kekuasaan.

“Jika kekuasaan terkonsentrasi pada pihak tertentu, cabang lembaga lain akan ada kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan. Maka untuk menjadi legislator yang baik serap dengan baik,” ucapnya.

Ia juga menerangkan keberadaan DPM untuk mengawasi dan juga menyeimbangi, tak hanya itu DPM juga akan membuat rancangan aturan dan evaluasi lalu melaksanakan fungsi pengawasan dan juga anggaran.

“Keberadaan DPM disini untuk mengawasi dan menyeimbangi. DPM yang nantinya akan mengajukan aturan, nantinya juga DPM yang akan mengevaluasi, lalu melaksanakan fungsi pengawasan dan anggaran,” sampainya.

Lebih lanjut, Ahsanul Khotam, selaku pemateri menjelaskan bahwa saat ini tengah terjadi krisis kepemimpinan. Menurutnya, permasalahan bukan terletak pada kurangnya organisasi atau program, melainkan minimnya dampak dari kepemimpinan itu sendiri, karena pemimpin cenderung hanya menjalankan perannya secara formalitas.

“Saya terus terang, kita sedang berada di fase krisis kepemimpinan. Kita tidak kekurangan organisasi ataupun program, namun kita kekurangan dampak kepemimpinan. Pemimpin hanya sekadar menjalankan kepemimpinannya saja,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam berorganisasi setiap individu memiliki peran masing-masing dengan menjunjung integritas, serta menekankan bahwa menjadi pemimpin harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri.

“Kita berorganisasi dengan bermain peran. Tidak hanya ketua, tetapi semua memiliki perannya masing-masing dan harus berintegritas. Menjadi pemimpin minimal dimulai dari memimpin diri sendiri terlebih dahulu,” tambahnya.

Karno (Teknik Sipil ‘23) selaku Ketua DPM Unila mengatakan bahwa pelantikan ini untuk pembekalan diawal dan staf dapat menjalankan fungsi DPM.

“Kita mengadakan pelantikan untuk pembekalan diawal, kedepannya staf ini bisa menjalankan fungsi DPM,” katanya.

Ia juga mengharapkan bahwa staf ahli DPM dapat bertahan hingga akhir bukan hanya sekedar diawal saja dan mampu ikut andil dan mempunyai dampak sendiri di DPM.

“Harapan kedepannya seperti apa yang disampaikan bukan siapa yang ada diawal, tapi siapa yang bertahan hingga akhir. Harapan juga untuk staf ahli dapat ikut andil, ikut membantu dan mempunyai dampak sendiri di DPM,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 1 =