Juwendra: Jurnalis Kampus Harus Terapkan Kode Etik Jurnalistik

439 dibaca

Teknokra.co:Juwendra Asdiansyah ajak pers kampus terapkan kode etik jurnalistik dalam berkarya. Ajakan ini ia sampaikan saat mengisi ceramah di acara Buka Bersama UKPM (Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa) Teknokra Universitas Lampung (Unila) di Ruang Sidang Gedung Graha Kemahasiswaan Unila, Minggu (24/4).

Agenda ceramah yang mengusung tema “Tantangan dan Peluang Dakwah di Era Disrupsi Media” turut melengkapi acara ini. Juwendra selaku pembicara dalam ceramah tersebut mengaitkan antara jurnalistik dan ilmu agama dalam ceramahnya. Menurutnya, wartawan hanya boleh menulis berita yang benar terjadi atau sesuai fakta.

“Dari sembilan elemen jurnalisme itu yang pertama adalah kebenaran, jadi seorang wartawan hanya menulis yang benar dan wartawan tidak boleh bohong. Elemen berikut dalam mencapai kebenaran itu disebut verifikasi (Disiplin dalam Verifikasi). Verifikasi dalam Islam disebut juga tabayun,” ujarnya.

Kemudian, Alumni UKPM Teknokra itu juga menambahkan bagaimana seorang wartawan harus memilih narasumber. Dalam teori lingkaran konsentris yang dikemukakan oleh David Protest, memilih narasumber harus langsung dari perkataan narasumber itu sendiri.

“Ada teori lingkaran konsentris yang diajarkan oleh David Protest, dia mengajarkan ada lingkaran berlapis lapis dalam menentukan narasumber. Dalam memilih narasumber tidak boleh katanya-katanya (opini penulis) tetapi harus langsung asli dari perkataan narasumber,” imbuhnya.

Di akhir ceramahnya, ia berharap semua wartawan kampus dapat bekerja dengan benar, baik dan profesional sesuai dengan kode etik jurnalistik serta tidak menyebarkan fitnah.

“Menjadi wartawan kampus bekerjalah dengan benar, bekerjalah dengan baik, bekerjalah dengan profesional , taati kode etik, jangan berbohong , jangan sembarang memilih narasumber, disiplin dalam verivikasi, dan jangan menyebarkan fitnah. Janganlah kebencian kamu terhadap suatu kaum membuat mu berlaku tidak batil. Kalau kita disiplin, bapak ibu semua insyaallah kita berada di trek yang benar untuk menuju Surga Jannatun Naim,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − one =