Mahasiswa KKN Unila Rancang Motif Jung Ngepas dan Tari Pekhanggum

Sumber foto : Mahasiswa KKN Unila periode I tahun 2024, Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
55 dibaca

Teknokra.co : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) telah menggagas dan merancang motif khas desa “Jung Ngepas” serta menggarap tarian khas desa “Pekhanggum” di Balai Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan pada Kamis, (1/2).

Motif Jung Ngepas diciptakan untuk mencerminkan ciri khas dan potensi desa setempat, seperti keramahan, kerukunan, kebersamaan, dan kesuburan tanah.

Rizki Atmoko Dwinata (Pendidikan Tari’21), selaku desainer motif tersebut menuturkan, bahwa dengan melihat potensi kekayaan desa, penting bagi desa untuk memiliki ciri khas yang dapat meningkatkan daya jual produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)-nya.

“Melihat potensi kekayaan desa Banjar Agung, sepertinya desa ini harus mempunyai ciri khas untuk daya jual UMKM-nya. Kalau motif sendiri biasanya kan bisa dibuat baju dan kreativitas lainnya,” tuturnya.

Rizki juga menambahkan, bahwa proses penelitian, perancangan, dan pembuatan motif dilakukan dalam waktu singkat setelah masa pra-KKN.

“Proses yang kami lakukan cukup singkat, untuk memikirkan konsep hanya sekitar 20 hari setelah kami pra-KKN, dan proses pembuatannya hanya 15 hari dengan berbagai pertimbangan dan saran dari kepala desa,” tambahnya.

Sementara itu, Ekin Pujanta (Pendidikan Musik’21) selaku Koordinator Desa berharap, motif Jung Ngepas dapat menjadi dorongan bagi UMKM desa untuk menciptakan berbagai produk.

“Saya selaku kordes sangat-sangat berharap supaya UMKM di desa meningkat dengan adanya motif khas terbaru,” harapnya.

Selain motif Jung Ngepas, mahasiswa KKN juga menyajikan tarian khas “Pekhanggum” yang nantinya akan dipatenkan sebagai milik Desa Banjar Agung.

Ayu Setiawati (Pendidikan Sejarah’21) selaku Pelatih berharap, agar tidak hanya adik-adik, tetapi juga seluruh warga Desa Banjar Agung dapat mengembangkan rasa cinta terhadap keunikan ciri khas budayanya sendiri.

“Adik-adik sangat giat berlatih tarian terbaru kami dan semoga tak hanya adik-adik, tetapi juga warga Desa Banjar Agung bisa cinta akan ciri khasnya sendiri,” harapnya.

Sumber foto : Mahasiswa KKN Unila periode I tahun 2024, Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung

[RILIS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − six =