Pupuk Rasa Nasionalisme, Unila Adakan Kirab Bendera Merah Putih

354 dibaca

Teknokra.co : Bentangan Bendera Merah Putih sepanjang 1.500 meter yang diangkat ribuan mahasiswa mengelilingi Universitas Lampung (Unila) pada Senin, (18/9). Kirab Bendera Merah Putih dilakukan, sebagai bentuk menumbuhkan rasa nasionalisme, dalam rangka peringati hari lahir kampus hijau yang tengah berusia 58 tahun.

Sekitar 2 kilometer, jarak yang ditempuh peserta kirab, dari awal bergerak hingga berhenti di Gedung Serba Guna (GSG) Unila.

Kirab ini juga dimeriahkan oleh penampilan marching band. Dan disusul dengan perwakilan mahasiswa yang menggunakan pakaian adat.

Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kirab dilakukan untuk menyatukan berbagai perbedaan para civitas academica Unila.

“Membentuk kebersamaan etnis, agama, dan budaya, serta menyatukan para mahasiswa, karena kita kan memiliki delapan fakultas, dan tentunya memupuk cinta tanah air,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan kirab dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, demi memperingati hari kelahiran Unila.

“Dilakukan setiap tahun ya. Pada saat ada anak-anak mahasiswa baru rampung. Nanti kita adakan kirab.” tambahnya.

Dengan meningkatkan rasa nasionalime mahasiswanya, Unila berharap, kirab bendera merah putih ini akan terus menjadi tradisi yang lebih meriah dan berkesan di  setiap tahunnya. Tak hanya merayakan prestasi, kirab tersebut juga menguatkan tekad bersama dalam membangun Unila yang lebih kuat dan bersatu, sesuai dengan jargon Unila “Be strong.”

Salah satu peserta kirab, Citra Hasanah (Pendidikan TIK’23) membagikan ceritanya, lantaran pengalaman pertama kalinya menjadi peserta kirab bendera merah putih.

Dirinya juga membagikan tantangannya selama mengangkat bendera sepanjang ribuan meter itu.

“Sepanjang jalan bawa bendera merah putih itu gimana biar jangan sampai jatuh tuh benderanya ya walaupun capek sih sebenarnya,” ungkapnya

Senada juga dengan Sabrina Helen Putri (Pendidikan Biologi’23), saat menjadi peserta kirab, dirinya merasakan kondisi yang kurang kondusif.

Nggak kondusif gitu kayak apa ya nggak beraturan, yang bagian belakangnya sih kita kan bagian belakang jadi itu benar-benar acak-acakan banget gitu, sampai yang ditarik-tarik benderanya, nyangkut, sampai benderanya pada di bawah, sedangkan bendera kan nggak boleh tuh nyentuh aspal,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 5 =