Tindak Lanjut Kericuhan Parade, Rektorat Unila Adakan Rapat Tertutup

Foto : Teknokra/ M Ilham Bintang Lampung
27 dibaca

Teknokra.co: Universitas Lampung (Unila) menindaklanjuti peristiwa parade yang terjadi pada Sabtu, (3/10) di Gedung Serba Guna (GSG) Unila. Tindak Lanjut tersebut dibahas dalam rapat tertutup yang di hadiri oleh seluruh Wakil Dekan Fakultas di Unila, Koordinator Akademik & Kemahasiswaan, Penanggung Jawab Kemahasiswaan, Tim Pengelola Prestasi Mahasiswa (TP2M) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Unila pada Selasa, (6/10) di Ruang Kerja WR III lantai 2.

Ketika tim Teknokra ingin meminta izin menghadiri rapat tertutup tersebut, pihak dari wr 3 menolak hal tersebut. Nasikin selaku sekretaris WR 3 mengatakan bahwasannya Rapat Tertutup ini tidak bisa dihadiri oleh pers

“Tidak bisa masuk, nanti untuk hasil rapat bisa langsung minta ke pak syafik selaku koordinator humas,” katanya.

M. Safik Eka Saputra selaku Koordinator Humas menjelaskan bahwasanya hasil dari rapat tertutup Wakil Rektor 3 akan mengundang BEM Unila bersama BEM Fakultas untuk membuat press release terkait tanggung jawab kegiatan parade unila

“Jadi, tepatnya, nanti sore kalo ga besok, Wakil Rektor mengundang BEM Unila dan Fakultas untuk sama-sama membuat press release terkait tanggung jawaban kegiatan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan jika respon dari WR 3 akan hal tersebut untuk mengevaluasi kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Unila agar tidak terjadi hal serupa.

“Menyayangkan hal tersebut dan mengevaluasi kegiatan parade tersebut supaya kedepannya tidak terjadi hal seperti itu lagi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa semestinya BEM Unila bertanggung jawab atas keamanan seluruh rangkaian acara agar tidak timbul masalah sekecil apa pun.

“Karena memang harusnya izinnya kan mereka bertanggung jawab tidak terjadi hal sekecil apapun yang terjadi di kegiatan itu,” katanya.

Secara kelembagaan, Unila turut bertanggung jawab atas kegiatan tersebut karena pelaksanaannya berlangsung di lingkungan Unila. Selain itu, mahasiswa yang membutuhkan pengobatan juga mendapat tanggungan dari pihak universitas.

“Bertanggung jawab secara lembaga, karena kegiatannya di Unila dan yang berobat juga di tanggung oleh universitas,” ucapnya.

Ia menilai terdapat persoalan dalam pengelolaan peserta oleh BEM, mulai dari koordinasi mahasiswa hingga pengaturan tempat duduk selama kegiatan.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa aspek teknis penyelenggaraan belum dikelola secara optimal. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan, BEM Unila dinilai memiliki tanggung jawab secara kelembagaan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan di lingkungan universitas berjalan dengan baik.

“Dari mulai mungkin kurang me-manage mahasiswanya, pesertanya, tempat duduknya segala macam, artinya ini kan kepanitiaan yang bertanggung jawab di sana,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Wakil Dekan untuk memanggil BEM Fakultas terkait guna meminta klarifikasi serta menyelesaikan persoalan yang terjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan hubungan antarfakultas dan mencegah terjadinya gesekan serupa di kemudian hari.

“Tadi diskusi dengan wakil dekan untuk sama sama memanggil BEM Fakultas untuk ditanyakan, diklarifikasi dan menormalisasi kembali hubungan antar Fakultas supaya tidak terjadi gesekan lagi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan bahwa pihak fakultas masih mempertimbangkan bentuk sanksi yang akan diberikan. Selain itu, pihaknya berencana mendorong kegiatan kolaboratif antarfakultas, seperti bakti sosial, sebagai upaya memulihkan hubungan dan mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik berkepanjangan antarmahasiswa.

“Artinya mungkin nanti ada kegiatan sanksi yang seperti apa yang bakal diberikan, dan nanti akan ada kegiatannya kolaborasi lagi misalnya bakti sosial atau apa supaya hubungan antara fakultas ini nggak jadi malah masalah atau ngedendam lagi antar fakultas, karena kan banyak tuh yang ribut,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, WR III bersama Tim Investigasi, BEM U, dan BEM F dijadwalkan melakukan pertemuan pada sore ini atau paling lambat besok. Pertemuan tersebut akan membahas hasil evaluasi, klarifikasi pihak-pihak terkait, serta langkah selanjutnya atas kericuhan yang terjadi dalam Parade Unila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − six =