Bangun Diskursus Publik, KIKA Lampung Diskusikan Buku “Ketidakpatuhan dan Demokrasi”

291 dibaca

Teknokra.co : Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Chapter Lampung akan menggelar diskusi buku “Ketidakpatuhan dan Demokrasi: Sembilan Kekeliruan tentang Hukum & Aturan.” Rencananya, diskusi tersebut bertempat di Perpustakaan Baca Di Bataranila, Jalan Teratai Nomor 574, Hajimena, Natar, Lampung Selatan, pada Kamis mendatang, (13/7), mulai pukul 15.00 WIB.

“Diskusi ini bagian dari pertukaran gagasan guna membangun diskursus publik. Harapannya, dapat memperkuat literasi di masyarakat,” kata Koordinator KIKA Lampung Dodi Faedlulloh, Senin, (10/7).

Dodi mengatakan, saat ini, publik masih rentan ketika ingin mengekspresikan perbedaan pendapat terhadap pelbagai kebijakan pemerintah. Dalam masyarakat demokratis, kebebasan berekspresi dan menyampaikan aspirasi adalah hak-hak dasar yang seyogianya dilindungi. Namun, dalam situasi hegemonik, protes sering dianggap sebagai penyimpangan, yang mengarah pada situasi yang mana banyak orang pada akhirnya memilih untuk diam di hadapan kekuasaan otoriter.

Buku “Ketidakpatuhan dan Demokrasi” menantang argumen-argumen umum yang menggambarkan protes dan pembangkangan sipil sebagai ancaman terhadap demokrasi. Umumnya dikatakan bahwa pembangkangan sipil dapat memicu kerusuhan atau kekacauan dan berdampak buruk pada perekonomian suatu negara. Namun, sang penulisnya, Howard Zinn, menawarkan perspektif berbeda. Ia menyatakan bahwa pembangkangan sipil bukan hanya menghindari ancaman, tetapi justru menyehatkan demokrasi.

Menurut Profesor Ilmu Politik Universitas Boston itu, alasan dibalik penindasan terhadap sikap kritis dan pembangkangan sipil terutama berasal dari politik para elite yang berkuasa. Tujuan mereka, membungkam suara rakyat dan mempertahankan dominasi kelas penguasa agar tidak terganggu. 

“Buku ini mengungkap kekeliruan-kekeliruan tersebut dan menjelaskan sifat sebenarnya dari pembangkangan sipil sebagai katalisator untuk kemajuan sosial dan proses demokratisasi,” ujar Dodi.

Dalam diskusi buku tersebut, KIKA Lampung menggandeng sejumlah lembaga, yaitu Penerbit Independen (PIN), Baca Di Bataranila, dan konsentris.id. Nantinya, agenda yang dimoderatori dosen Komunikasi Universitas Lampung Vito Prasetya itu disiarkan langsung di akun Instagram Baca Di Bataranila dan Konsentris.id.

Pada kesempatan itu juga dibuka donasi publik. Peserta diskusi dapat berdonasi Rp10 ribu. Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung kegiatan literasi Baca Di Bataranila. Bagi yang hendak mengikuti diskusi sila mengontak Anca (089637344351).

“Mari bergabung dalam diskusi, kawan-kawan,” ajak Dodi.

Narahubung: Dodi Faedlulloh (085723504025)

[RILIS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =