Teknokra.co: Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) periode 2026 resmi dilantik di Gedung Serba Guna (GSG) Unila pada Senin, (6/4). Dengan mengusung tema “Mahasiswa sebagai Katalisator Perubahan serta pusat Gerak, Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045”.
Sebanyak 71 pengurus BEM Unila resmi dilantik, dengan komitmen memperkuat peran mahasiswa sebagai motor pergerakan yang produktif, kritis, dan berintegritas, sekaligus mendorong lahirnya inovasi serta pengawalan kebijakan kampus, daerah, hingga nasional.
Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani dalam sambutannya mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berorganisasi secara produktif, mengembangkan potensi diri, serta menjaga etika, integritas, dan kebangsaan di tengah perkembangan global.
“Saya mengajak mahasiswa dam berorganisasi secara produktif dan konstruktif, mengembangkan potensi secara maksimal, menjaga nilai-nilai etika, integritas, dan kebangsaan serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan globalisasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan agar kampus menjadi pusat lahirnya inovasi, gagasan besar, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.
“Mari kita jadikan kampus ini sebagai pusat lahirnya inovasi, gagasan besar, serta solusi bagi berbagai permasalahan bangsa,” sampainya.
Prof. Sunyono, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menyampaikan apresiasi terhadap BEM Unila yang dinilai memiliki agenda yang baik, tidak hanya pelantikan tetapi juga dirangkai dengan kegiatan stadium general dan diskusi.
“BEM U kita berikan apresiasi luar biasa, agenda nya cukup bagus dan tidak hanya pelantikan tapi dirangkai dengan stadium general dan diskusi,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan pihak kampus menegaskan keterbukaannya, khususnya melalui WR III, untuk mendukung seluruh kegiatan ormawa termasuk BEM selama bersifat positif dan membawa nama baik Unila.
“Kita selalu terbuka lebar terutama WR III, kami terbuka dengan semua ormawa termasuk BEM. Kami akan selalu mendukung kegiatan yang positif dan akan membawa nama baik Universitas Lampung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua BEM Unila, Aditya Putra Bayu (Teknik Sipil’22) menyatakan komitmennya untuk tidak banyak memberikan janji, namun akan memaksimalkan program-program sebelumnya serta mengevaluasi hal-hal yang dinilai kurang baik.
“Komitmen saya, saya tidak dapat memberikan banyak janji. Yang pasti, saya akan memaksimalkan program-program sebelumnya, dan jika ada yang tidak baik, akan saya evaluasi,” ungkapnya.
Ia juga berharap tidak terjadi degradasi dalam indeks kepemimpinan BEM, serta pelantikan ini dapat menjadi modal bagi para pimpinan kabinet dan mahasiswa untuk terus semangat.
“Saya berharap tidak ada degradasi dari indeks kepemimpinan BEM sebelumnya dan yang sekarang. Dengan dilaksanakannya pelantikan ini, diharapkan dapat menjadi modal bagi rekan-rekan pimpinan di kabinet maupun mahasiswa untuk terus semangat,” katanya.
Selaras dengan Aditya, Muhammad Reza Ananta (Ilmu Hukum ’23) selaku Wakil Ketua BEM Unila menyampaikan bahwa Kajian dan Aksi Strategis (Kastart) tahun ini akan dibagi ke dalam tiga fokus, yakni kebijakan kampus, daerah, dan nasional, sekaligus mengawal seluruh kebijakan melalui peran check and balance antara pemerintah dan mahasiswa.
“Kami telah memiliki gambaran program. Tahun ini, Kastart dibagi menjadi tiga fokus, kebijakan kampus, daerah, dan nasional. Seluruh aspek kebijakan akan kami kawal melalui peran check and balance antara pemerintah dan mahasiswa,” sampainya.
Terkahir, ia berharap BEM Unila menjadi motor pergerakan mahasiswa, sekaligus menjadi ruang pendidikan politik di luar perkuliahan.
“BEM Unila diharapkan menjadi motor pergerakan mahasiswa sekaligus wadah pendidikan politik di luar perkuliahan, karena isu politik dan hukum menyentuh berbagai aspek kehidupan,” pungkasnya.






