Cari Jati Diri Lewat Teater “Pilgrim #2”

Komunitas Berkat Yakin (Kober) bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung (Unila) dengan mempersembahkan Teater Pilgrim #2 di Taman Budaya Lampung pada Minggu, (5/11). Foto: Teknokra/ Faridh Azka, Gilang Permana dam Putra Alam Apriliandi.
741 dibaca

Teknokra.co : Padamnya lampu, diiringi samarnya suara para penonton yang terdengar dari arah jejeran bangku, sontak membuat terkesima pada penampilan teater “Pilgrim #2” dengan judul “Bunyi Tepukan Satu Tangan,” persembahan dari Komunitas Berkat Yakin (Kober) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung (Unila) di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung pada Minggu, (5/11). Sebuah karya dari Seniman Lampung sekaligus sutradara, Ari Pahala Hutabarat, ini bermakna sebuah proses mencari jati diri di dunia, serta ungkapan yang merujuk pada konsep Zen atau Filsafat Timur.

Hal itu diungkapkan Ari, saat menjelaskan teater garapannya.

”Di zaman Post Thruth ini kita terjebak di segala sesuatu yang ada di permukaan, pilgrim itu sendiri adalah sebuah proses untuk mencari jati diri kita kembali,” katanya.

Tak hanya itu, teater ini dapat mengajak orang untuk merenungkan hakikat eksistensi, kesadaran, dan pemahaman diri.

Secara tradisional, ungkapan dalam seni ini merujuk pada pertanyaan filosofis, serta tepukan satu tangan yang dihasilkan dianggap sebagai suara.

Puteri Choirunisa (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia’22) yang menonton pertunjukan ini, sangat kagum terhadap penampilan yang berkesan.

“Pilgrim ini menurut aku keren banget. Aku melihat aktornya itu benar-benar berkualitas dan berbakat dari ekspresi dan juga diksi-diksi yang digunakan mahal banget, bahkan di ending pengemasan dari sutradaranya apik banget membuat aku turut terharu,” kagumnya.

Tidak sampai di situ saja, salah satu penonton yang kagum dalam penampilan teater tersebut, Nisahi Nadsya Mufidah (Pendidikan Musik’23), sangat mendapat banyak pesan dari teater tersebut.

“Penampilan Pilgrim #2 untuk abang dan kakak-kakaknya bagus, terus juga Pilgrim #2 ini kan menceritakan tentang tujuan yang tidak sampai jadi banyak kesan dan pesan yang didapat.” katanya

Pertunjukan teater ini telah berlangsung selama 2 hari, tepat pada tanggal 4-5 November 2023. Sebuah kolaborasi ini hadir, untuk mengembalikan teater terhadap unsur paling esensial dan primer fitrahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =