Imbas Pembangunan, Aktivitas Jamaah Masjid Al Wasi’i Dialihkan Ke RSPTN

Keberlanjutan pembangunan Masjid Al Wasi’i pada (15/07) lalu, kini aktivitas jema’ah masjid dialihkan ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang berada didekat pintu masuk belakang jalur dua Unila.
530 dibaca

 

teknokra.co : Sejak berlanjutnya pembangunan Masjid Al Wasi’i pada (15/07) lalu, kini aktivitas jama’ah masjid dialihkan ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang berada didekat pintu masuk belakang jalur dua Unila. Hal ini dilakukan guna mengamankan ibadah jema’ah agar tidak terganggu dan merasa nyaman.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Karomani pada saat menghadiri peletakkan batu pertama di halaman Masjid Al Wasi’i pada Senin, (18/07).

“Untuk sementara kita pindah ke RSPTN. Jadi saya mohon maaf kepada pengurus masjid tidak nyaman karena kalau ada aktivitas ibadah pasti terganggu. daripada begitu, jamaah terganggu, bapak-bapak juga terganggu lebih baik kita pindah ke lokasi yang betul-betul tidak terganggu,”ungkapnya.

Anggota Badan Pengurus Harian (BPH) Masjid Al Wasi’i Unila, Iskandar mengatakan bahwa pemindahan aktivitas jama’ah sudah dilakukan sejak hari Sabtu, (16/07) lalu. Ia menjelaskan bahwa fasilitas yang disediakan sudah cukup layak, namun perlu ada penambahan beberapa fasilitas terutama lampu penerangan.

“Fasilitas ruangan sudah cukup luas dan dan dari kebersihan juga sudah layak, cuma mungkin bisa ditambahkan lampu penerangan saat malam dan juga mungkin perlu juga ada penambahan tempat duduk (ambal) untuk jamaah,” katanya saat ditemui di sekretariat pada Senin (18/07).

Sementara itu, Arif Sugiono selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unila menerangkan selain aktivitas ibadah jamaah, kantin-kantin yang sebelumnya berada dibelakang masjid juga rencananya akan direlokasi didekat kantor pos cabang Unila dan akan dibuatkan bangunan sementara.

“kantin-kantin itu nanti kita akan relokasi didekat kantor pos dan nanti kantin akan dibuat bangunan darurat dulu, jadi nanti gak disini karena dari aspek keamanan tidak memungkinkan.” Jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 4 =