Teknokra.co: Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode I tahun 2026 Universitas Lampung (Unila), dengan memasang peta potensi wilayah rawan bencana dan sistem deteksi gempa di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur pada Rabu-Jumat, (4-6/2).
Program tersebut dilaksanakan selama 3 hari melalui survei lapangan dan pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil identifikasi menunjukkan Bukit Klutum sebagai salah satu wilayah yang tergolong rawan longsor dan gempa bumi, selain itu terdapat 14 titik lain yang berpotensi terdampak gempa.
Koordinator kelompok KKN Kota Baru menjelaskan bahwa pemasangan peta rawan bencana bertujuan memberikan informasi visual kepada masyarakat mengenai tingkat kerawanan wilayah serta jalur evakuasi yang dapat digunakan saat keadaan darurat, peta tersebut dipasang di lokasi strategis, yakni Masjid Al-Ihsan, agar mudah diakses warga.
Tak hanya itu, mahasiswa KKN Kota Baru juga merancang sistem peringatan dini berbasis sensor getaran SW-420 yang dirangkai menggunakan NodeMCU dan buzzer sebagai alarm, sensor akan aktif dan mengeluarkan bunyi peringatan apabila mendeteksi getaran selama kurang lebih tiga detik. Perangkat tersebut dipasang di lingkungan sekolah dan Kantor Kecamatan Tanjung Karang Timur setelah melalui tahap pengujian.
Sebagai bagian dari mitigasi, tim turut memasang plang titik kumpul guna memudahkan warga mengenali lokasi aman saat terjadi bencana. Keberadaan media informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta respons cepat masyarakat terhadap potensi risiko bencana.
Lurah Kota Baru menyambut baik program tersebut dan menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah perkotaan. Melalui integrasi pemetaan wilayah, teknologi sensor, dan edukasi masyarakat, mahasiswa KKN berharap upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan secara berkelanjutan di Kelurahan Kota Baru.






