Menteri Perdagangan dan Sejumlah Pejabat Negara Ikut Terseret Kasus Karomani

Rektor Unila Non-Aktif Karomani, seusai sidang perkara suap Unila di PN Tanjung Karang (30/11). Foto: Teknokra/Arif Sanjaya.
321 dibaca

Teknokra.co: Rektor Unila non-aktif, Karomani hadir langsung untuk pertama kalinya dalam sidang lanjutan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila tahun 2022 di PN Tanjung Karang, pada Rabu (30/11). Karomani yang berstatus tersangka, hadir dalam kapasitas saksi terhadap terdakwa Andi Desfiandi.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membuka bukti catatan tulisan tangan Karomani yang berisikan nama 23 mahasiswa titipan beserta pihak-pihak dibelakangnya. Sejumlah nama penting seperti Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan hingga anggota DPR RI dan Bupati di Lampung ikut terseret dalam kasus “titip nama” mahasiswa baru Unila.

Dalam keterangannya, Karomani mengatakan bahwa tak semua pihak yang menitipkan nama ikut memberi dana “sumbangan” untuk pembangunan Lampung Nahdliyin Center (LNC). Namun, ia mengakui bahwa praktik kotor tersebut telah dilakukannya sejak tahun 2020.

“Pak Zulkifli tak pernah bertemu saya, (namun) ada semacam screenshot (permintaan menitip mahasiswa dari Zulkifli Hasan) dari saudara Ary,” Kata Karomani.

Selain menteri perdagangan, juga terdapat dua anggota DPR RI yang menitip mahasiswa kepada Karomani. kedua pejabat tersebut adalah Utut Adianto dari Fraksi PDIP dan Tamanuri dari fraksi Nasdem yang juga merupakan mantan Bupati Way Kanan.

“Pak Utut mengutus staffnya menemui saya,” lanjutnya.

Nama Pejabat dan politisi Lampung juga ikut dibeberkan oleh Karomani. Dalam catatan tersebut, Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad dan politisi Alzier Dianis Thabranie juga ikut menitipkan nama kepada Karomani.

Karomani sempat mengklaim bahwa semua mahasiswa titipan yang diterima melalui jalur mandiri meraih skor tes diatas passing grade 500. Namun, Jaksa kemudian mencecar Karomani dengan data skor salah satu mahasiswa titipan yang ternyata berada dibawah angka 500. Ia pun akhirnya mengakui bahwa dirinya tak memeriksa hasil tes sejumlah mahasiswa tersebut.

“Nggak mungkin mau cek satu-satu, waktunya terbatas,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =