Soroti Dugaan Pelanggaran HAM, ALM Laksanakan Konsolidasi

Foto : Teknokra/ Andre Sumanto Lumban Gaol
109 dibaca

Teknokra.co: Aliansi Lampung Melawan (ALM) melaksanakan konsolidasi yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Bandar Lampung, konsolidasi ini membahas isu-isu yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah dan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Kegiatan tersebut dilaksanakan di belakang Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila) pada Selasa, (31/3).

Lingga Syaputra selaku Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Darmajaya mengungkapkan bahwa konsolidasi ini dilatarbelakangi oleh ketidakjelasan proses sidang dugaan pelanggaran HAM yang dialami oleh aktivis KontraS, Andrie Yunus.

“Kami, aliansi Lampung melawan, menanggapi isu tersebut dengan menggelar aksi solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang disidang oleh oknum TNI yang hingga saat ini belum memiliki kepastian,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa konsolidasi akbar akan kembali dilaksanakan pada Kamis (2/4) pukul 15.00 WIB di Kampus Darmajaya, Bandar Lampung. Setiap lembaga sepakat untuk terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal sebelum dilanjutkan ke konsolidasi akbar.

“Tadi disepakati dalam konsolidasi hari pertama, tiap-tiap lembaga akan melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu. Setelah itu, akan dimaksimalkan dalam konsolidasi akbar pada 2 April di Kampus Darmajaya, Bandar Lampung, pukul 15.00 WIB,” ujarnya.

Ia berharap konsolidasi dapat dimaksimalkan sebagai bentuk solidaritas antar aktivis dan pejuang HAM. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Lampung untuk turut serta dalam konsolidasi akbar tersebut.

“Harapannya konsolidasi akbar pada Kamis nanti dapat dimaksimalkan sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama aktivis dan pejuang HAM. Kami juga mengharapkan seluruh elemen masyarakat untuk hadir dalam konsolidasi akbar tersebut,” ucapnya.

Muhammad Reza Ananta (Ilmu Hukum’23), selaku Wakil Ketua BEM Unila, turut menambahkan bahwa konsolidasi tersebut dilatarbelakangi oleh keresahan terhadap isu nasional dan daerah Lampung yang banyak terekspos di media sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

“Tentunya berkumpulnya mahasiswa pada hari ini atas dasar keresahan terhadap isu daerah dan isu nasional yang saat ini banyak berseliweran di media sosial. Kita tidak bisa diam karena hari ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja,” ungkapnya.

ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa dan masyarakat perlu menyatukan suara serta pandangan dalam melihat situasi yang ada, sehingga mampu bergerak secara objektif dalam menyikapi isu-isu yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Ada kalimat yang saya ingat bahwa kejahatan merajalela bukan karena orang-orang jahat itu kuat, tapi karena orang-orang baik lebih memilih diam. Karena itu, mari satukan suara, satukan pandangan bahwa Indonesia membutuhkan kita bergerak secara objektif dalam melihat isu-isu yang sedang berkembang di media sosial,” sampainya.

Terakhir, ia berharap adanya partisipasi aktif dari mahasiswa dan masyarakat dalam menyuarakan isu yang terjadi di Indonesia.

“Harapannya mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat Lampung dapat berpartisipasi aktif menyuarakan yang terjadi,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 8 =