Suka Boikot Produk, Tapi Tidak Kasih Solusi

636 dibaca
sumber gambar: islamtoday

teknokra.co: Mungkin beberapa hari yang lalu dan hari ini banyak sekali berita tentang negara yang mengkampanyekan boikot produk dari prancis. Hal itu disebabkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron memberi komentar terkait gambar kartun Nabi Muhammad.

Ia memberi komentar perihal Samuel Paty yang merupakan guru sejarah di Prancis diketahui menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

“Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajarkan murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi,” ucap Macron dikutip dari Reuters.

Selain itu juga ia menyinggung soal islam dengan mengatakan islam adalah agama yang sedang krisis di seluruh dunia. Hal ini mungkin yang menyebabkan beberapa negara seperti Turki, Arab, dan termasuk Indonesia membuat kampanye untuk boikot produk Prancis.

Produk-produk terkenal dari Prancis yang tidak asing untuk didengar oleh telinga kita seperti Aqua dari Danone, Garnier, Loreal, Axa, Carrefour, Louis Vuitton dan masih banyak sampai tidak bisa disebutkan lagi. Jika memang benar produk yang disebutkan tadi berasal dari Prancis memang salahnya dimana?

Perlu diketahui bahwa beberapa bulan lalu juga Unilever menyatakan mendukung LGBT, lalu respon masyarakat Indonesia adalah dengan memboikot produk Unilever. Permasalahannya produk Unilever sudah sangat banyak bagai air di dalam kolam renang.

Ajakan memboikot produk bukanlah menjadi hal asing di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak perlu seperti itu, karena kita belum punya solusi jika Prancis benar-benar menarik seluruh produknya dari Indonesia begitu juga Unilever.

Jika memang yang salah adalah perkataan Presiden Prancis maka kecam tindakannya, bukan malah melakukan hal yang tidak masuk akal. Memangnya produk-produk tersebut punya salah?

Jangan karena salah satu orang imbas kepada seluruhnya. Mungkin sebagian pihak akan mengatakan bahwa Presiden Prancis sudah menyakiti hati umat muslim, dan itu benar sekali.

Tapi bukan solusi juga jika memboikot produk dari Prancis. Bayangkan saja jika ada mahasiswa yang sedang kuliah di jurusan bahasa Prancis, apakah akan diboikot? Atau jika ada orang yang sangat menyukai sepak bola Prancis, apakah juga akan diboikot?

Alangkah berdosanya mereka yang sedang minum air dari produk Danone, mereka yang berdosa sedang mencuci mukanya menggunakan sabun dari Garnier, mereka yang jalan-jalan menggunakan tas merek Louis Vuitton, dan mereka yang melangkahkan kakinya untuk belanja bulanan di Carrefour.

Produk negara Prancis di Indonesia sudah banyak perusahaannya, dan jika diboikot akan banyak pengangguran dimana-dimana. Hilang pekerjaannya akibat seruan aksi memboikot produk. Niat hati mencari nafkah rezeki malah sengsara akibat boikot musiman.

Sudahlah jangan menjadi orang agamis musiman, jika memang salah satu jangan langsung di generalisir. Tidak perlu ada boikot-boikot produk lagi. Jika memang sudah punya produk pengganti dari produk yang ingin diboikot sah-sah saja, tapi apa sudah semuanya tergantikan?

Menggunakan akal sehat untuk memilah dan tidak menjustifikasi perlu, karena itu perbanyak bacaan dan menerima kritikan dari setiap pendapat orang.

Penulis: Andre Prasetyo Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 1 =