UKPM Teknokra Gelar Diskusi Kesehatan Mental

214 dibaca

teknokra.com: Setelah menggelar diskusi tentang “Isu Sosial Dalam Serial Squid Game” beberapa waktu lalu, UKPM Teknokra kembali gelar diskusi  bertajuk “Mental Health”, sabtu (30/10). Diskusi ini membahas isu-isu kesehatan mental yang belakangan ini rentan sekali menimpa para remaja. Diantaranya adalah Insecure, Toxic Relationship, Quarter Life Crisis dan lain sebagainya.

Mengenali kesehatan mental sendiri   merupakan bentuk kepedulian terhadap diri. Ini bisa disebut sebagai self-awareness, yang merupakan kesadaran diri untuk memperhatikan diri sendiri. Diskusi yang diadakan UKPM Teknokra kali ini merupakan diskusi internal yang bertujuan untuk mengetahui pendapat masing-masing anggota mengenai kesehatan mental.

” Masih banyak yang menyepelekan tentang kesehatan mental. Kebanyakan dari kita lebih memperhatikan kesehatan fisik saja.” Ujar M. Faizzy Ardhitara (Ilmu Tanah’18) Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan UKPM Teknokra.

Berdasarkan hasil diskusi yang memakan waktu kurang lebih satu jam ini, Faizzy memberikan  tips untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan mental.

“Kita harus percaya bahwa kita diciptakan oleh Tuhan dengan unik, kepribadian dan karakter yang berbeda. Jadi jangan pernah membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Bahkan sidik jari kita pun berbeda, nah disitulah kita harus menyadari bahwa hanya ada satu yang seperti kita di dunia ini dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun,” katanya.

Salah satu peserta diskusi, Arif sanjaya (Ilmu Komunikasi’20) menyambut baik adanya diskusi ini. Menurutnya dengan adanya diskusi ini, ia dapat membahas isu kesehatan mental berdasarkan pengalaman teman-teman yang ia temui.

“Saya bisa membahas pengalaman teman-teman saya yang juga ternyata memiliki pengalamanan dengan kesehatan mental,” ujar Arif.

“Senang sekali, dan sekaligus lega banget bisa terbuka ke teman-teman di teknokra,” lanjutnya.

Setuju dengan Arif, Sepbrina Larasati (Bimbingan Konseling’21) merasa dengan adanya diskusi ini perasaannya menjadi lebih positif.

“Saya merasa jadi lebih harus peduli dan perhatian dengan orang-orang sekitar,” ujar Sepbrina.

Baik Sepbrina Larasati maupun Arif Sanjaya mengatakan bahwa diadakannya diskusi semacam ini merupakan suatu hal yang penting, terlebih mengingat jika tema yang diambil dalam kesempatan diskusi kali ini sangat rentan dialami oleh para remaja.

Penulis : Dinny Khairunnisa

Penyunting : Sandra Puspita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × four =