Unila Luluskan 1070 Wisudawan Periode VIII Tahun 2025/2026

Foto : Teknokra/ Elma Malini
43 dibaca

Teknokra.co: Universitas Lampung (Unila) meluluskan 1.070 wisudawan pada wisuda periode VIII Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung serbaguna (GSG) Unila, pada Sabtu (29/8). Peserta wisudawan terdiri atas 13 lulusan program doktor, 75 lulusan program magister, 102 lulusan program profesi, 803 lulusan program sarjana, dan 77 lulusan program diploma.

Prof. Lusmeilia Afriani, selaku rektor Unila menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan Program Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, dan Diploma, beserta orang tua dan keluarga wisudawan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Unila atas kerja keras serta kontribusinya dalam mendidik mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studi.

Selain itu, penghargaan turut diberikan kepada para pemangku kepentingan yang telah mendukung dan mempercepat pelayanan pendidikan di Unila, serta para dermawan yang telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Unila.

“Saya atas nama keluarga besar Unila mengucapkan selamat kepada para wisudawan Program Doktor, Magister, Profesi, Sarjana, Diploma, orang tua, dan keluarga wisudawan. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada seluruh tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan atas kerja keras dan kerja sama bapak/ibu sekalian dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa,” ucapnya.

Susan violita (ilmu tanah ‘22) menjelaskan bahwa proses pengurusan berkas wisuda tidak dapat dikatakan mudah karena cukup rumit dan memiliki banyak persyaratan. Namun, berkat bantuan dari teman-temannya yang telah dikenalnya sejak menjadi mahasiswa baru, ia merasa proses pengurusan berkas tersebut menjadi lebih mudah.

“Paling prosesnya kalau dibilang gampang, gak gampang ya kak, soalnya ngurus berkas wisuda itu lumayan ribet dan syaratnya lumayan banyak tapi karena saya dibantuin sama teman-teman saya, temen temen yang udah bareng dari mahasiswa baru, jadi saya rasa prosesnya lumayan mudah,” jelasnya

Ia mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapinya selama proses pendaftaran wisuda adalah waktu yang cukup mepet. Hal tersebut disebabkan oleh jadwal ujian skripsinya yang berdekatan dengan waktu pendaftaran wisuda.

“Kendala kalau saya sendiri itu cuma di mepet waktu sih kak, soalnya saya ujian skripsinya udah mepet dengan pendaftaran wisuda,” Keluhnya.

Ia berharap proses pendaftaran wisuda dapat dilakukan lebih tepat waktu dan tidak perlu menunggu teman-teman lainnya untuk mendaftar. Menurutnya, menunda pendaftaran dapat berisiko menyebabkan keterlambatan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

“Harapan saya, kalau bisa jangan diulur -ulur waktunya kalau mau daftar wisuda jangan nunggu temen temen dulu nanti ketenteraan kayak yang udah-udah,” harapannya

Muhammad bob ivan (Teknik Mesin ’23) menjelaskan bahwa proses pengurusan wisuda masih tergolong cukup sulit karena sistem yang digunakan masih dilakukan secara manual. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pengurusan wisuda, baik pada pelaksanaan kali ini maupun pada periode sebelumnya.

“Selama mengurus ini bisa dibilang masih lumayan sulit ya karena terkenal ya digital yang pasti masih bentuk manual, jadinya itu yang menjadi penghambat dalam wisuda kali ini mungkin, ataupun yang sebelumnya juga sama,” jelasnya.

Ia berharap pada periode wisuda berikutnya akan semakin banyak mahasiswa yang berstatus kelulusan tepat waktu (KTW) maupun Cumlaude serta dapat melanjutkan pendidikan atau jenjang yang lebih serius.

“Mungkin di wisudawan selanjutnya lebih banyak yang KTW dan juga cumlaude dan juga bisa langsung ke jenjang yang lebih serius,” harapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − three =