Teknokra.co : Sebuah fakta yang cukup mengejutkan diangkat dalam materi “CV Preparation Workshop” yang diselenggarakan AIESEC in Unila bersama Basic Step. Sekitar 70 persen pelamar kerja secara daring dilaporkan gagal pada tahap penyaringan (screening) CV, sebelum sempat masuk ke tahap seleksi berikutnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam materi workshop yang diselenggarakan oleh AIESEC in Unila dengan Basic Step pada minggu, (26/7), dalam setiap menit terdapat sekitar 9.500 lamaran kerja yang masuk secara daring, dengan lebih dari 6.000 pelamar ditolak. Hanya sekitar satu dari tiga pelamar yang berhasil lolos ke tahap seleksi selanjutnya. Kondisi ini menegaskan betapa ketatnya persaingan di tahap paling awal proses rekrutmen, sebuah tahap yang justru sering dianggap remeh oleh banyak orang.
Dalam workshop tersebut yang dibawakan oleh Endriko Bagus Pratama mengungkap bahwa rata-rata waktu yang digunakan recruiter untuk menilai satu CV sebelum memutuskan lanjut atau tidak hanya sekitar enam detik. Dalam waktu sesingkat itu, recruiter harus menyaring ratusan CV yang masuk untuk satu posisi, sehingga hanya CV yang paling jelas dan relevan yang berpeluang lolos ke tahap berikutnya.
Faktor lain yang turut memperberat persaingan adalah penggunaan sistem Applicant Tracking System (ATS) oleh banyak perusahaan besar. Sistem ini menyaring CV berdasarkan format dan kata kunci tertentu sebelum benar-benar dibaca oleh manusia, sehingga CV dengan format berantakan atau tidak mengandung kata kunci relevan berisiko tersingkir lebih dulu meski isinya sebenarnya baik.
Beberapa kesalahan umum yang sering ditemukan pada CV pelamar turut dibahas, di antaranya penggunaan bahasa yang terlalu generik tanpa hasil terukur, CV yang hanya berisi daftar tugas tanpa menunjukkan dampak, format yang sulit dipindai dengan cepat, hingga CV yang tidak disesuaikan dengan posisi yang dilamar. Hal-hal tersebut dibahas dalam “Workshop CV Preparation”.
Dengan memahami data dan tantangan ini, berharap peserta workshop dapat lebih menyadari pentingnya menyusun CV secara serius dan strategis, bukan sekadar formalitas dalam melamar pekerjaan, magang, maupun beasiswa.






