Aksi LMND Kota Bandar Lampung : Alami Ketegangan dengan Aparat Kepolisian

Foto : Teknokra/Najuwa Kartika Sani
114 dibaca

Teknokra.co: Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Bandar Lampung mengadakan aksi di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, pada Minggu (8/3). Dalam aksi tersebut sempat terjadi kericuhan dengan aparat kepolisian yang melakukan pemantauan dengan massa aksi.

Pihak kepolisian menilai aksi tersebut, terutama kegiatan bakar ban, dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar, terlebih pada bulan Ramadan. Selain itu, pembatas jalan yang biasanya dipasang saat aksi berlangsung sempat tidak digunakan sehingga sejumlah kendaraan masih lalu lalang di sekitar lokasi aksi. Namun, pembatas jalan tersebut kemudian dipasang kembali setelah terlihat banyak kendaraan melintas di area aksi.

Jose Romual selaku koordinator aksi mengungkapkan bahwa sempat terjadi ketegangan di lokasi setelah seorang polisi terlihat emosi terhadap salah satu rekannya. Sehingga, peristiwa tersebut sempat menimbulkan sedikit perpecahan atau ketegangan di antara aparat dan massa aksi.

“Tadi juga ada polisi yang sempat emosi kepada rekan saya, sehingga terjadi sedikit ketegangan di situ,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa massa aksi semula ingin melakukan aksi simbolis berupa pembakaran ban. Namun, rencana tersebut dipermasalahkan oleh pihak kepolisian karena dinilai dapat mengganggu suasana bulan Ramadan.

“Kami sebenarnya ingin melakukan aksi simbolis berupa bakar ban, namun hal tersebut dipermasalahkan dengan alasan mengganggu bulan Ramadan,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengetahuannya, dalam setiap aksi biasanya terdapat beberapa ruas jalan yang ditutup untuk mendukung kelancaran aksi berlangsung.

“Sepengetahuan saya, biasanya ada beberapa jalan yang ditutup saat aksi berlangsung,” paparnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya secara langsung telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Aksi (SPA) kepada pihak kepolisian, dan surat tersebut telah diterima oleh Kapolres setempat.

“Saya sendiri yang mengirimkan SPA, dan surat tersebut sudah diterima oleh pihak Kapolres,” katanya.

Lebih lanjut, bob salah satu peserta aksi menilai kritik dari pihak kepolisian terhadap aksi bakar ban dengan alasan mengganggu bulan Ramadan tidak relevan. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di negara-negara Muslim justru dinilai lebih mengganggu suasana Ramadan.

“Polisi dinilai tidak relevan ketika mengecam aksi bakar ban dengan alasan mengganggu bulan Ramadan. Menurut kami, tindakan Amerika Serikat dan Israel di negara-negara Muslim justru lebih mengganggu bulan Ramadan,” kritiknya.

Foto : Teknokra/ Najuwa Kartika Sani

Ia memastikan bahwa pihaknya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Aksi (SPA) kepada kepolisian. Ia juga menyebut bahwa waktu pengiriman surat tersebut dapat dicek kembali sebagai bukti bahwa pemberitahuan aksi telah dilakukan.

“Kami sudah mengirimkan SPA. Surat tersebut juga dapat dicek kapan waktu pengirimannya,” pungkasnya.

Saat ditemui Tim Teknokra di lokasi, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 2 =