Laksanakan Konsolidasi: BEM Unila Soroti Isu Pendidikan

Foto : Teknokra/ Nadia Felisa
42 dibaca

Teknokra.co : Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) melangsungkan konsolidasi di pelataran belakang Balai Rektorat (Balrek) Unila pada Jumat, (1/5) sebagai langkah awal merespons berbagai persoalan daerah dan nasional yang dinilai belum terselesaikan.

Ketua BEM Unila, yaitu Aditya Bayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya isu yang berkembang di masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menilai mahasiswa perlu menginisiasi gerakan bersama untuk mengawal persoalan tersebut.

“Momentum ini penting karena banyak isu di Lampung maupun nasional yang belum terselesaikan. Maka dari itu, kami menginisiasi gerakan bersama agar persoalan-persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Aditya menjelaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan bersifat umum dengan menghimpun berbagai isu strategis. Hal ini perlu dimaksimalkan untuk mengawal seluruh persoalan yang berkembang di Lampung dan Indonesia.

“Kalau isu yang dibahas sebenarnya general, karena momentum seperti ini tidak hadir dua kali,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwasanya mahasiswa telah menyepakati grand issue yang akan diusung dalam gerakan tersebut, dengan menempatkan sektor pendidikan sebagai fokus utama di tengah berbagai persoalan lain yang juga mengemuka.

Grand issue yang sudah ditentukan yaitu pendidikan suram, Lampung tenggelam,” ungkapnya.

Aditya juga menegaskan perihal isu pendidikan yang disoroti mencakup berbagai aspek, mulai dari anggaran pendidikan, kesejahteraan guru honorer, kondisi infrastruktur sekolah, hingga adanya pemotongan dana pendidikan yang dinilai merugikan.

“Yang disoroti itu terkait anggaran, kesejahteraan guru honorer, fasilitas infrastruktur sekolah, dan pemotongan dana pendidikan,” tegasnya.

Selain pendidikan, ia menyebutkan bahwa mahasiswa juga menyoroti persoalan lain seperti banjir yang terjadi di sejumlah wilayah serta dugaan kasus korupsi di daerah yang perlu mendapat perhatian serius.

“Ada juga isu banjir dan korupsi yang ada di daerah,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa konsolidasi tahap awal ini belum menghasilkan poin tuntutan resmi karena pembahasan tersebut akan dilanjutkan dalam konsolidasi akbar yang akan datang.

“Untuk poin tuntutan belum dibahas karena akan dibahas pada konsolidasi akbar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa arah gerakan mahasiswa ke depan akan difokuskan pada penyaluran aspirasi ke lembaga legislatif dan pemerintah daerah sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan.

“Penampungan aspirasi tentu akan kita arahkan ke DPRD provinsi dan pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, peserta konsolidasi, Rahma Putri Amal (Ilmu Hukum ’22) mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dilandasi oleh kesadaran sebagai mahasiswa yang memiliki peran sebagai agen perubahan, sehingga penting untuk terlibat dalam gerakan yang bertujuan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Sebagai mahasiswa, kita adalah aktor intelektual dan agen of change, jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut konsolidasi,” katanya.

Rahma juga menambahkan bahwa dalam diskusi, dirinya menyoroti kondisi pendidikan yang dinilai semakin terpinggirkan dan tidak lagi menjadi prioritas utama dibandingkan kebijakan lain.

“Pendidikan sekarang bisa dibilang menjadi second pilihan kedua,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun momentum kegiatan berdekatan dengan peringatan Hari Buruh, mahasiswa tetap sepakat untuk menjadikan isu pendidikan sebagai fokus utama dalam gerakan yang akan dibangun.

“Kita sepakat membersamai Hari Buruh, tapi sorotannya tetap pendidikan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain pendidikan, terdapat isu lain yang turut dibahas dalam konsolidasi, seperti persoalan banjir dan program sekolah rakyat yang dinilai belum memiliki kejelasan legalitas.

“Kita juga menyoroti banjir dan sekolah rakyat yang ternyata belum legal,” katanya.

Ia berharap konsolidasi ini dapat menjadi langkah awal untuk menyatukan seluruh elemen mahasiswa dalam satu gerakan besar yang lebih terorganisir dan berdampak luas.

“Harapannya semua elemen bisa ikut dalam konsolidasi akbar hingga aksi nanti,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =