Desa Binaan ASSETS 2026 : Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Foto : Desa Binaan ASSETS 2026
77 dibaca

Teknokra.co: Association of Economic Education Students (ASSETS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) melangsungkan Grand Closing Desa Binaan ASSETS 2026 di halaman Masjid Nurul Amal, Dusun Karang Indah, Desa Karang Anyar, pada Sabtu (11/7).

Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Berbasis Potensi Lokal untuk Desa Berkelanjutan,” kegiatan ini menjadi puncak dari program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan sejak 23 Mei hingga 11 Juli 2026.

Acara dihadiri oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unila yaitu Suroto, dosen senior Pendidikan Ekonomi FKIP Unila Prof. Erlina Rufaidah, jajaran dosen Pendidikan Ekonomi FKIP Unila, Kepala Desa Karang Anyar beserta perangkat desa, perwakilan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Bengkulu dan Lampung, media partner, sponsor, mahasiswa Pendidikan Ekonomi, serta masyarakat Desa Karang Anyar.

Ketua Pelaksana Desa Binaan ASSETS 2026, Cornelius I Made Risky Dwi Anggara (Pendidikan Ekonomi ’25), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program, khususnya masyarakat Dusun Karang Indah yang telah menerima mahasiswa selama hampir dua bulan.

“Program ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari masyarakat,” ujarnya.

Foto : Desa Binaan ASSETS 2026

Kepala Dusun Karang Indah, Mudiyono, turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa selama menjalankan program pengabdian di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa Universitas Lampung yang telah memberikan ilmu dan pengalaman kepada masyarakat. Semoga apa yang telah dilakukan membawa manfaat bagi warga dan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya terjun ke tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, dosen senior Pendidikan Ekonomi FKIP Unila yaiti Prof. Erlina Rufaidah mengaku bangga terhadap mahasiswa yang mampu menghadirkan inovasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Ekonomi harus terus melanjutkan budaya inovasi dan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap desa agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Lampung, Suroto mengatakan bahwa Desa Binaan merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori selama perkuliahan, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata melalui berbagai inovasi yang bermanfaat.

“Kami berharap meskipun program Desa Binaan telah resmi ditutup, silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat tetap terjalin. Apa yang telah dimulai selama dua bulan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai simbol berakhirnya rangkaian Desa Binaan ASSETS 2026, dilakukan pemukulan gong yang dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada Pemerintah Desa Karang Anyar sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =