Gaya Hidup Mewah Mahasiswa KIP-K Unila Disorot : Bantuan Pendidikan Jadi Ajang Hedonisme

Suasana Antrean Wawancara Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Univeristas Lampung (Unila). Foto : Forkom KIP-K UnilaN
73 dibaca

Teknokra.co : Perilaku hidup mewah atau hedonisme yang ditunjukkan oleh sejumlah mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Lampung (Unila) menuai berbagai kritik. Hal tersebut ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Salah satunya bagi Muhammad Rasya Ilhami (Teknik Geologi ’25) sebagai mahasiswa penerima beasiswa KIP-K Unila. Ia menyoroti bahwa gaya hidup konsumtif tersebut sangat tidak etis dilakukan oleh penerima beasiswa.

“Sebenarnya itu tidak dibenarkan dan tidak etis, ya. Karena itu kan bantuan dari pemerintah untuk kebutuhan kita selama kuliah. Apa yang kita butuhkan untuk kuliah, seharusnya pakai uang KIP itu, tidak untuk yang lain seperti nongkrong atau gaya hidup hedonisme,” jelas Rasya saat diwawancarai pada Selasa (14/7).

Lebih lanjut, Rasya juga menekankan pentingnya evaluasi sistem seleksi dari pihak kampus dan pemerintah. Menurutnya, pengawasan di lapangan harus diperketat guna memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.

“Harus lebih disaring dan didata lagi ke depannya, kalau bisa disurvei langsung ke rumahnya biar tahu. Karena kita kan tidak tahu mana yang benar-benar membutuhkan dan mana yang tidak,” tambahnya.

Lukman Hakim (Teknologi Hasil Pertanian ’23) selaku Ketua Forkom KIP Bidikmisi menjelaskan sudah membuka wadah untuk aduan maupun aspirasi mahasiswa di Unila.

“Forkom Bidikmisi sudah membuka wadah untuk aduan maupun aspirasi dari temen-temen mahasiswa. Kita juga sudah menerima beberapa informasi seperti itu yang dikirimkan dari email maupun instagram forkom. namun perlu digaris bawahi kalau forkom bidikmisi memang menyediakan wadah pengaduan tetapi tidak mempunyai wewenang lebih lanjut terkait keputusan dicabut/diberhentikannya mahasiswa dari penerima KIP, ” jelasnya.

Ia menjelaskan Forkom untuk menampung semua aduan yang akan di informasikan ke pihak birokrasi untuk memberikan keputusan.

“Forkom akan menampung semua aduan lalu diinformasikan ke pihak birokrasi, dan keputusan selanjutnya akan dikeluarkan oleh pihak birokrasi, terbukti sudah beberapa mahasiswa dipanggil langsung oleh pihak kip untuk ditanyai lebih lanjut,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + fourteen =