Budaya  

Lestarikan Tradisi Pesta Sekura dan Cakak Buah

860 dibaca

Pesta Sekura dan Cakak Buah merupakan sebuah tradisi atau warisan budaya daerah Lampung tepatnya di Lampung Barat. Tak hanya Lampung Barat, tradisi ini juga tetap dilestarikan dibeberapa daerah di Lampung, seperti Di Desa Negarabatin, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, yang dilaksanakan pada Senin (2/5).

Tradisi yang diikuti oleh masyarakat Negarabatin ini bertujuan untuk bersilaturahmi dengan bentuk perayaan untuk mengungkapkan kegembiraan masyarakat secara bersama-sama dengan mengenakan topeng. Acara dalam tradisi ini diisi dengan Sekura Kamak yaitu Sekura Cakak Buah dan Sekura Kecah yang berperan memeriahkan acara.

Tradisi tersebut dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan syawal dan dilakukan secara bergilir atau tidak secara serempak berdasarkan hasil kesepakatan tokoh adat dan masyarakat terdahulu.

Seorang tokoh adat setempat, Putra Irawansyah gelar Sultan Batin Pemuka Raja-Raja Marga Negara Batin menjelaskan, Cakak buah khino khadu wat jak tumbai yang artinya tradisi ini sudah dilakukan sejak dahulu. Dalam tradisi ini setelah mengenal gadis, sekura yang mengenakan topeng akan memperlihatkan identitas dirinya.

“Sekura ialah ajang berkenalan dengan gadis makanya sekura menggunakan topeng namun setelah kenal gadis tersebut barulah sekura akan menampakkan atau mengungkapkan identitas diri nya,” jelasnya menggunakan Bahasa Lampung.

Tokoh adat itu juga berpesan agar seluruh masyarakat Lampung baik tokoh adat maupun mulli mekhanai (bujang dan gadis) tetap dapat menjaga dan melestarikan adat yang sudah ada sejak dahulu.

“Untuk tokoh adat dan mulli mekhanai ataupun masyarakat harus tetap mufakat menjaga dan meneruskan adat yang sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu, Khoirul Anam selaku Kepala Bujang Negarabatin mengungkapkan mulli mekhanai berperan penting dalam pelaksanaan acara tradisi tersebut .

“Kami mulli mekhanai lah yang menyiapkan semua ini ketika hari H  tiba kami muli mekhanai meramaikan serta mengkondusifkan area lokasi acara,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan acara ini memberikan banyak pengalaman, terutama dalam hal kekompakan.

“Dari acara ini banyak mendapatkan pengalaman  tapi yang paling terasa adalah kekompakan, karena acara ini acara bersama dan harus dikerjakan bersama-sama juga oleh semua bujang, sehingga tiap tahun bisa terlihat kawan-kawan yang berjiwa gotong royong nya kuat dan tidak,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 16 =