Nasionalisme Mahasiswa Unila di HUT ke-81 RI: Tetap Khidmat di Tengah Isu Bangsa

Foto : Teknokra/ Ananda Sri Rejeki
40 dibaca

Teknokra.co : Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) di Universitas Lampung (Unila) menyisakan cerita inspiratif. Di tengah berbagai dinamika dan informasi negatif yang beredar tentang kondisi bangsa, kesadaran bernegara justru ditunjukkan secara nyata oleh para mahasiswa. Salah satu kisah datang dari seorang mahasiswa non-penerima KIP Kuliah (KIP-K).

Meskipun tidak memiliki keterikatan administratif dengan program beasiswa tersebut, ia tetap hadir dan berbaris khidmat di lapangan upacara Unila yakni  Andhika Novembrian (Ilmu Hukum’25). Bagi dirinya dan rekan-rekan mahasiswa lainnya, kehadiran mereka di lapangan bukanlah sekadar rutinitas atau formalitas seremonial.

“Meskipun banyak berita tentang negara ini yang saat ini beredar, namun kami tidak terpengaruh terhadap kecintaan kami terhadap negara Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Andhika, kehadirannya di lapangan adalah wujud penghargaan tulus terhadap tanah air. Semangat nasionalisme ini senada dengan amanat yang disampaikan dalam pidato resmi peringatan HUT ke-81 RI di Unila.

Dalam pidatonya, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, menegaskan bahwa mahasiswa dan civitas akademika tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah ikhtiar besar bangsa.

“Kampus harus melahirkan manusia Indonesia yang unggul, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan, mencintai bangsanya, dan berani mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa generasi muda adalah harapan bangsa yang akan memimpin, menciptakan teknologi, dan menentukan arah perjalanan negeri. Kampus diharapkan menjadi pusat perjuangan di mana riset dan inovasi harus bergerak melampaui sekadar publikasi, yakni menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Kehadiran para mahasiswa, baik penerima KIP-K maupun non-KIP-K, dalam upacara ini menjadi bukti nyata persatuan. Sebagaimana pesan dalam pidato tersebut, perbedaan latar belakang bukanlah penghalang. Dengan menyatukan kepakaran, merapatkan barisan, dan membulatkan tekad, para mahasiswa diharapkan mampu membawa Merah Putih berdiri semakin tegak di antara bangsa-bangsa dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =