Nur Halim Arlendi, Pencetus Sejarah Karateka Lampung di Ajang Internasional

265 dibaca

teknokra.com: Dua laki-laki dengan berbalut setelan putih bersabuk hitam tengah bertanding. Salah satu di antaranya bergerak lincah, berusaha melawan dan menepis serangan lawan. Berbagai teknik andalannya, seperti gizami, gyaku, mawasi, hingga ushiro, ia tunjukkan. Benar saja, pihak lawan pun kewalahan. Karateka bernama lengkap Nur Halim Arlendi itu pun tersenyum puas, berhasil memenangkan pertandingan.

Melalui karate, laki-laki yang akrab disapa Halim tersebut telah menapaki beberapa negara, mulai dari negara tetangga hingga Eropa. Salah satu kemenangan yang paling berkesan menurutnya, yaitu saat ia berhasil mendapatkan juara 1 dalam pertandingan karate di Vietnam. Selain itu, baru-baru ini ia pun didapuk menjadi perwakilan Indonesia dari Lampung pada Pra Olimpic di Prancis.

“Walaupun tidak masuk seleksi untuk lanjut ke pertandingan olimpiade, tapi saya tidak menganggap itu sebagai kekalahan. Jadi saya tetap bangga akan pengalaman ini,” ujarnya.

Hal itu merupakan pertama kalinya cabang olahraga bela diri karate dari Indonesia masuk ke olimpiade internasional. Pengalaman itu pun menjadi sejarah baru bagi Lampung karena dapat mengirimkan wakilnya ke Pra Olimpic di Prancis. Menurutnya tidak mudah untuk masuk hingga level ini.

“Saya berpikir dengan adanya kegagalan itu artinya Allah tidak ingin saya sombong. Pasti ada sesuatu yang lebih baik lagi menggantikan kegagalan tersebut,” tuturnya.

Tahun 2009, tepatnya saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah mulai tertarik dengan salah satu cabang olahraga bela diri asal Jepang ini. Berawal dari latihan-latihan biasa di masa sekolah dasar, Halim menemukan kompetensi yang ia miliki, sehingga membuatnya serius untuk menekuninya. Awalnya, kegiatan karatenya sempat tidak didukung oleh orang tua, tetapi ia mematahkan anggapan itu dengan terus membuktikannya melalui prestasi.

“Saya memang berlatih karate sejak SD, yah cuman biasa-biasa aja, eh pertama kali menang di satu pertandingan, membuat diri saya ingin lebih jauh lagi meraih impian besar ke depannya,” katanya.

Penggemar karateka Steven Da Costa ini mengatakan ada banyak latihan keras dalam karate yang ia jalani, seperti latihan fisik, latihan teknik, dan banyak versi latihan keras lainnya. Walaupun telah menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Hukum Universitas Lampung sejak tahun 2018, Halim memiliki cita-cita menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), lebih tepatnya sebagai polisi atau TNI (Tentara Nasional Indonesia).

“Melakukan kegiatan produktif sangatlah mudah, cukup ingat tujuan kita dan konsistensi dalam mencapai goals,” ujar pemilik hobi mendaki gunung ini.

Kini Halim tengah sibuk melakukan latihan nasional Sea Games untuk berlaga di PON (Pekan Olahraga Nasional) ke-20 di Papua Oktober baru-baru ini. Pertama kali berkesempatan menjadi perwakilan dari Lampung untuk bertanding di PON, Halim merasa antusias menyambut pertandingan tersebut. Ia juga mendapat banyak dukungan serta apresiasi dari keluarga dan teman-temannya yang membuat ia lebih bersemangat.

“Pertandingan di PON Papua ini adalah pertama kalinya bagi saya. Saya main di –60 kg. Saya harap dapat membanggakan Lampung sebagaimana saya terpilih salah satu dari dua perwakilan karateka Lampung,” harapnya.

Penulis: Shaffa Riyadhul Jannah M.

Penyunting: Annisa Diah Pertiwi

BACA JUGA:

Mahasiswa Penjas Raih Perunggu di Ajang Internasional

3 Jurusan di FEB Unila Kembali Adakan Penerimaan Mahasiswa Kelas Internasional

Kurangi Plastik, Tim PKM FMIPA Manfaatkan Umbi Porang dan Kulit Nanas sebagai Inovasi Biofoam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − two =