Teknokra.co : Oreo Indonesia bersama Indonesia Mengajar mengadakan program “Oreo Berbagi Seru” di SDN 24 Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada Rabu-Sabtu (20-23/5). Program ini menghadirkan rangkaian kegiatan edukasi, pelatihan pembelajaran interaktif, hingga distribusi alat-alat belajar bagi siswa dan tenaga pendidik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tulang Bawang Barat, yaitu Novriwan Jaya yang pada sambutannya menekankan bahwa pentingnya persiapan generasi muda menghadapi bonus demografi Indonesia pada 2045 mendatang. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, melainkan juga pembentukan karakter.
“Di tahun 2045 nanti, bangsa kita akan mengalami bonus demografis di mana usia produktif akan mendominasi penduduk. Ini yang harus betul-betul kita siapkan dari sekarang. Untuk itu, di Tubaba kami canangkan program Lima Pilar Pendidikan Karakter,” ujarnya.
Ia juga menilai pendidikan saat ini masih terlalu berfokus pada aspek pengajaran dibanding proses mendidik secara menyeluruh. Karena itu, pembangunan kecerdasan emosional dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Dalam mendidik, kita bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan menyiapkan karakter sebagai fondasi, di mana kecerdasan yang penting ditanamkan adalah kecerdasan emosional, bukan hanya intelektual,” lanjutnya.
Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa program “Oreo Berbagi” telah dijalankan sejak 2024 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan di Indonesia.
“Selama lebih dari 30 tahun menjadi bagian dari keluarga Indonesia, Oreo secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, anggya mengungkapkan lewat tema “Oreo Berbagi Seru”, Oreo tahun ini berupaya mendukung pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkualitas di berbagai daerah.
“Oreo ingin mendukung fokus Kemendikdasmen RI dengan berkontribusi membantu para siswa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan tentunya seru secara lebih merata dan inklusif,” ungkapnya.
Selain pelatihan dan aktivitas edukatif, para siswa juga menerima berbagai alat belajar interaktif yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar lebih menyenangkan. Kegiatan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan guru, siswa, serta orang tua murid dalam berbagai sesi pembelajaran kreatif.
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi sektor swasta dan komunitas pendidikan dalam memperluas akses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa di daerah.






